Ad imageAd image

Hamas Setujui Resolusi Gencatan Senjata DK PBB di Gaza

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 994 Views
2 Min Read
kondisi kamp di Gaza (Foto: istimewa)

INDORAYA – Kelompok Hamas disebut menerima resolusi gencatan senjata Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) dan siap untuk berunding.

Pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan kelompok itu akan mendiskusikan rincian resolusi tersebut dan meminta Amerika Serikat untuk memastikan Israel mematuhi resolusi tersebut.

Zuhri juga mengatakan Hamas menerima resolusi DK PBB terkait gencatan senjata, penarikan pasukan Israel, dan pertukaran sandera di Gaza dengan tahanan Palestina di Israel.

“Pemerintah AS kini menghadapi ujian nyata untuk melaksanakan komitmennya dalam memaksa pendudukan [Israel] untuk segera mengakhiri perang sebagai implementasi resolusi Dewan Keamanan PBB,” ujar Abu Zuhri, dilansir Reuters.

BACA JUGA:   Majelis Umum PBB Sahkan Resolusi Gencatan Senjata di Gaza

Sebelumnya, DK PBB menyetujui resolusi yang dirancang Amerika Serikat untuk gencatan senjata di Gaza. Resolusi itu diadopsi dengan 14 negara yang mendukung, sementara satu abstain oleh Rusia.

Dewan Keamanan PBB disebut menyambut baik proposal gencatan senjata baru yang diusulkan Presiden AS Joe Biden pada 31 Mei, yang diterima Israel, menyerukan Hamas untuk juga menerimanya, dan mendesak kedua belah pihak untuk sepenuhnya menerapkan ketentuannya.

Fase pertama dari rencana tersebut yaitu mencakup “gencatan senjata segera, penuh, dan menyeluruh dengan pembebasan sandera termasuk perempuan, orang lanjut usia, dan korban luka.”

BACA JUGA:   Majelis Umum PBB Sahkan Resolusi Gencatan Senjata di Gaza

Kemudian fase kedua yakni mengakhiri permusuhan secara permanen “dengan imbalan pembebasan semua sandera lainnya yang masih berada di Gaza, dan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.”

Setelah itu, fase ketiga meliputi “rencana rekonstruksi besar-besaran dalam beberapa tahun untuk Gaza” dan mengembalikan sisa-sisa sandera yang masih berada di Jalur Gaza ke Israel, demikian dikutip dari UN News.

Share this Article