INDORAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tengah menyiapkan langkah baru untuk memantau potensi banjir dengan menghadirkan inovasi pemetaan arus air. Pemkot berencana menggunakan bola-bola yang dilengkapi GPS dan melepaskannya ke jalur aliran sungai untuk mengetahui pergerakan arus secara real-time.
Teknologi ini dimanfaatkan untuk memantau arah aliran air menuju kawasan rawan banjir, termasuk wilayah yang terhubung dengan salah satu titik penting Kota Semarang, yaitu Simpang Lima.
Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan Pemkot menyambut periode liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
“Kita mau simulasi melihat aliran air pakai bola. Itu nanti baru direncanakan, satu dua hari ini. Bolanya lagi dicari, GPS-nya juga,” ungkap Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, saat ditemui wartawan setelah mengikuti Rapat Koordinasi bersama Forkopimda di Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Gubernuran Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin (8/12/2025).
Agustina menambahkan bahwa minggu ini Pemkot juga akan mengadakan pertemuan untuk membahas upaya mitigasi banjir di Kota Semarang.
“Banjir tadi sudah dikoordinasi. Akan ada rapat mitigasi minggu ini, cepat, segera,” ujarnya.
Selain fokus pada mitigasi banjir, pengendalian inflasi juga menjadi perhatian utama menjelang Nataru. Agustina mengungkapkan bahwa sejumlah harga komoditas mulai mengalami kenaikan sehingga Pemkot bersama perangkat daerah dan kementerian terkait perlu melakukan langkah penanganan.
“Sudah terjadi lonjakan inflasi, maka ada intervensi yang diminta tadi. Pak Rahman sama kementerian harus turun di berbagai area untuk menekan harga,” jelasnya.


