INDORAYA – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyambangi warga terdampak banjir di Kota dan Kabupaten Pekalongan, Senin (19/1/2026).
Di Kota Pekalongan, kunjungan dilakukan di empat titik. Yakni tempat pengungsian di Masjid Al Karomah Krapyak Lor, SDN 3 Kelurahan Tirto, Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Berat, serta dapur umur di Gedung Aswaja PCNU Kota Pekalongan.
Selanjutnya, di Kabupaten Pekalongan, pasangan suami istri yang karib disapa Gus Yasin dan Ning Nawal ini menyambangi dapur umum yang berlokasi di PT Sukun, serta pengungsian di Masjid Al Huda Desa Karangjompo.
Kehadiran Gus Yasin dan Ning Nawal langsung disambut hangat oleh warga. Keduanya juga berinteraksi dan berbincang santai dengan para pengungsi, mulai dari anak-anak, remaja, pasutri, hingga lansia.
Pada kegiatan itu, Wagub menyerahkan bantuan logistik untuk penanganan banjir di dua daerah. Nawal Arafah yang juga Bunda PAUD Jateng memberikan buku dan alat perlengkapan sekolah, untuk anak-anak di lokasi pengungsian.
Pengungsi di Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, Wartini mengatakan, dia bersama anak perempuan dan cucunya telah mengungsi sejak Sabtu (17/1/2025).
Diungkapkan, selama di lokasi pengungsian, para pengungsi difasilitasi dengan baik oleh pemerintah. Tidak hanya lokasi yang nyaman, tetapi juga pakaian, makanan, hingga obat-obatan, terjamin.
“Sudah datang bantuan dari pemerintah, Sehari dapat makan tiga kali, minum, jajan, obat kesehatan. Senang pasti dapat bantuan, tapi harapannya nggak banjir lagi,” ungkap Wartini.
Warga Kelurahan Krapyak Lor yang mengungsi di Masjid Al Karomah, Fadilah merasa, beban yang dipikul lebih ringan setelah Wakil Gubernur dan Wali Kota datang dan memberikan bantuan.
“Senang sekali dan merasa bugar karena dari pemerintah memperhatikan, dari Pak Wagub, Pak Wali Kota, telah membantu,” beber dia.
Siswi kelas 9 SMPN 4 Pekalongan, Rizkiya mengatakan, pembelajaran di sekolah untuk sementara waktu diliburkan. Bantuan buku dan alat tulis yang dia terima dari Pemprov Jateng sangat membantunya, karena buku tulis di rumahnya ikut terseret banjir.
“Ini bukunya bisa untuk mengganti buku di rumah yang basah kena banjir. Apalagi ini juga baru mau masuk semester 2,” ucapnya.
Pada kegiatan itu, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi, Pemprov Jawa Tengah menyalurkan bantuan sebesar Rp169,7 juta untuk penanganan banjir Kota Pekalongan, dan Rp182,2 juta untuk Kabupaten Pekalongan. Bantuan meliputi sembako, makanan, obat-obatan, dan lain-lain.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah penanganan. Untuk jangka pendek, warga yang terdampak sudah dievakuasi, dan kebutuhannya dipastikan tercukupi.
“Penanganan jangka pendek, masyarakat kita pastikan mereka aman, terutama lansia, anak-anak, orang berkebutuhan khusus. Itu ada yang kayak kemarin sudah kita angkut, maaf yang stroke kita ungsikan,” beber dia.
Ditambahkan, untuk jangka menengah, Pemprov Jateng akan segera melakukan penambalan sementara tanggul Sungai Bremi yang jebol. Untuk jangka panjang, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BBWS, untuk memperbaiki tanggul secara permanen.
“Di sungai Bremi itu sudah dianggarkan dari pusat, dari informasi BBWS ada Rp50 miliar, tetapi memang ini belum dikerjakan, di tahun 2026 insyaallah akan kita kerjakan,” pungkas Gus Yasin.


