INDORAYA – Gubernur Ahmad Luthfi resmi melantik sebanyak 1.049 pejabat eselon II, III, dan IV Pemprov Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (15/1/2026).
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat tersebut menandai pemberlakuan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru di lingkungan Pemprov Jateng.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, pelantikan ini mencakup promosi jabatan, pengisian posisi kosong, hingga pengangkatan pejabat pada organisasi perangkat daerah (OPD) yang baru dibentuk melalui SOTK.
“Pelantikan dan pengukuhan hari ini hampir 1.049 pejabat, mulai eselon II, III, hingga IV,” ujar Luthfi kepada jajaran ASN Pemprov Jawa Tengah.
Ia menekankan, para pejabat yang dilantik harus langsung bekerja dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, baik dalam aspek administrasi maupun operasional pemerintahan.
Menurutnya, perubahan SOTK membawa penyesuaian struktur OPD agar lebih efektif dan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat. Sejumlah dinas mengalami penggabungan maupun pemisahan tugas.
Salah satunya, Dinas Peternakan dan Pertanian yang merupakan penggabungan Dinas Pertanian dan Perkebunan dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, kini dipimpin Defransisco Dasilva Tavares.
Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya digabung dengan Dinas Sumber Daya Air dan Penataan Ruang menjadi Dinas PUPR, dipimpin Henggar Budi Anggoro.
Sementara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kini dipisah, dan hanya menjadi Dinas Pendidikan yang dipimpin Sadimin. Disporapar Jateng juga dipecah menjadi Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif di bawah pimpinan AR. Hanung Triyono serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga yang dipimpin Muhamad Masrofi.
Luthfi menjelaskan, penyusunan SOTK baru bertujuan mempercepat pelaksanaan program strategis daerah serta menyamakan nomenklatur OPD dengan pemerintah pusat.
Ia pun mengingatkan para pejabat untuk menjaga integritas sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan menjadikan pelayanan publik sebagai prioritas utama.
“Integritas adalah kunci. Fokus pada pelayanan masyarakat dan bangun kerja sama tim agar pembangunan Jawa Tengah berjalan optimal,” tegas Gubernur Luthfi.


