Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Gubernur Bali Dorong Kalender Lokal 35 Hari untuk Perkuat Penanggalan Adat
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Ragam

Gubernur Bali Dorong Kalender Lokal 35 Hari untuk Perkuat Penanggalan Adat

By Redaksi Indoraya
Rabu, 31 Des 2025
Share
2 Min Read
Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: Istimewa)
SHARE

INDORAYA – Gagasan penguatan identitas budaya Bali kembali mengemuka melalui usulan penerapan kalender lokal yang berbeda dari sistem penanggalan nasional.

Gubernur Bali Wayan Koster mendorong agar Bali memiliki kalender sendiri dengan siklus 35 hari dalam satu bulan sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal.

Usulan tersebut disampaikan Koster saat memberikan sambutan pada acara Pasamuhan Agung Sabha Kretha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat yang digelar di Kantor Gubernur Bali, Selasa (30/12/2025).

“Di Bali sejak dulu dikenal Tika dengan jumlah hari 35 hari dalam sebulan. Tapi selama ini kita menggunakan kalender Masehi,” ujar Koster.

Menurut Koster, kalender Bali dengan sistem 35 hari diyakini lebih selaras dengan tradisi masyarakat setempat, terutama dalam menentukan hari baik, pelaksanaan upacara keagamaan, serta perayaan hari raya Hindu di Bali. Selama ini, penentuan waktu tersebut masih mengacu pada perhitungan adat, meski belum memiliki kalender resmi sebagai rujukan bersama.

Saat dimintai penjelasan lebih lanjut, Koster menegaskan bahwa gagasan tersebut bersifat usulan dan masih memerlukan pembahasan oleh lembaga yang berwenang.

“Itu hanya masukan, yang berwenang memutuskan adalah Pesamuhan Agung Sabha Kretha Hindu Dharma Nusantara,” kata Koster.

Ia menjelaskan, apabila nantinya Pesamuhan Agung SKHDN menyetujui gagasan tersebut, maka masyarakat Bali akan menggunakan dua sistem kalender secara bersamaan. Kalender Bali akan difungsikan untuk kepentingan kearifan lokal, sementara kalender nasional tetap digunakan untuk kepentingan umum.

“Sama-sama dijalankan sesuai kepentingan,” sambung Ketua DPD PDI Perjuangan itu.

Koster menilai, dalam praktik keseharian masyarakat Bali sebenarnya telah menjalankan nilai-nilai budaya dan tradisi lokal, termasuk dalam menentukan hari baik dan pelaksanaan upacara. Namun, belum adanya kalender Bali yang baku dinilai menjadi celah dalam upaya penguatan identitas budaya daerah.

TAGGED:berita terkiniGubernur Bali Wayan Kosterkalender BaliKalender Tika Bali
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Hiburan

Tak Perlu Panggung Besar, Kholil Gemka Buktikan Musik Bisa Lahir dari Ruang Sederhana

Minggu, 11 Jan 2026
Teknologi

Masa Aktif Kuota Internet 28 Hari Dinilai Tak Adil dan Rugikan Konsumen

Minggu, 11 Jan 2026
Teknologi

BRIN Kembangkan Sensor Lingkungan Cerdas untuk Pemantauan Pencemaran Berkelanjutan

Jumat, 09 Jan 2026
Gaya Hidup

Grup Djarum Resmi Akuisisi Teh Sariwangi Rp1,5 Triliun dari Unilever

Jumat, 09 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?