INDORAYA – DPC Partai Gerindra Kota Semarang menegaskan, pihaknya tidak mau jika partainya hanya dijadikan tameng politik oleh Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi.
Pasalnya, mantan Menteri Koperasi Kabinet Presiden Prabowo Subianto tersebut sedang tersorot kasus hukum. Sewaktu menjadi Menteri Kominikasi dan Digital di Era Jokowi, Budi Arie disinyalir terlibat dalam kasus judi online.
Sikap ini dinyatakan DPC Gerindra Kota Semarang untuk merespon manuver Budi Arie bersama anggota Projo yang ingin bergabung ke Partai Gerindra.
Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso mengungkap, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi internal, salah satunya membahas isu masuknya Budi Arie.
Dia menegaskan, Gerindra adalah partai terbuka. Siapapun, kata dia, berhak bergabung sepanjang satu visi memperjuangkan kemaslahatan masyarakat, bangsa dan negara. Namun, Joko memberi catatan khusus untuk Budi Arie.
Ia mengingatkan, meskipun Budi Arie pernah ikut memenangkan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024, dan kemudian menjadi bagian kabinet, ia tetap terkena reshuffle.
Menurutnya, Prabowo Subianto selaku presiden dan Ketua Umum Partai Gerindra, sudah berkali-kali menegaskan bahwa siapapun yang tidak perform dalam menjalankan tugas sebagai pembantu presiden, akan diberi peringatan hingga diganti.
“Ini yang kami sebagai kader di bawah mempertanyakan, ada apa dengan reshuffle-nya Pak Budi Arie?” ujar Joko.
Joko menambahkan, kader Gerindra di akar rumput tidak ingin partai justru dijadikan “tameng politik” oleh pihak manapun, termasuk Budi Arie beserta genk-nya.
“Jangan sampai Gerindra menjadi pelindung politik seorang individu yang dalam tanda kutip punya masalah. Ini yang tidak kita inginkan di bawah,” tegasnya.
Sebelumnya Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyebut akan ada gelombang besar anggota Projo bergabung ke Partai Gerindra. Menurutnya, sinyal itu kian menguat seiring proses sosialisasi dan konsolidasi internal yang kini tengah ia lakukan.
“Lihat saja nanti. Kita kan lagi terus sosialisasi dan konsolidasi. Nanti ada gelombang besar,” kata Budi dalam sebuah wawancara dengan wartawan, Selasa (4/11/2025) malam.


