Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Generasi Milenial di Jepara Diharapkan Jadi Agen Keberagaman
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Daerah

Generasi Milenial di Jepara Diharapkan Jadi Agen Keberagaman

By Kartika Ayu
Senin, 21 Feb 2022
Share
3 Min Read
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jepara, Dwi Riyanto menyerahkan wayang kepada Dalang Ki Sugiharto, selanjutnya untuk dipentaskan dalam Camp Lintas Agama di lapangan Suwaluh, Desa Plajan Kecamatan Pakisaji. (Foto : Jepara.go.id)
SHARE

INDORAYA – Generasi milenial harus dapat saling menjaga toleransi antarumat beragama. Hal ini karena keberagaman merupakan keniscayaan yang dapat membuat hidup lebih berwarna dan penuh dinamika.

Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jepara, Dwi Riyanto saat mewakili Bupati Jepara Dian Kristiandi dalam acara Camp Lintas Agama, di lapangan Suwaluh, Desa Plajan Kecamatan Pakisaji, belum lama.

Camp Lintas Agama, diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara. Kegiatan ini berlangsung mulai 18 sampai 20 Februari.

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Zamroni Lestiaza; Kabag Kesra Setda, Agus Bambang Lelono; Joko Malis mewakili Petinggi Plajan; Ketua Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia) Hendroyono; tokoh agama; dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Dwi Riyanto mengatakan generasi milenial harus menjaga toleransi antarumat beragama. Menurutnya, ini seiring telah ditetapkannya kabupaten Jepara sebagai kabupaten kerukunan.

Oleh karena itu, perlu gerakan bersama agar tercipta toleransi dan harmoni demi terwujudnya kerukunan umat beragama. Sehingga menjadi modal dasar dan bekal bagi generasi penerus, dan dapat menjadi benteng yang kuat bagi pertahanan nasional.

“Kita harus saling menjaga toleransi dan merawat kebhinekaan yang ada. Dan ini harus kita tanamkan kepada generasi penerus bangsa,”katanya.

Lanjut Dwi Riyanto, ada tiga faktor penting dalam menjaga marwah, agar perbedaan agama tidak menjadi perpecahan. Ketiga faktor tersebut meliputi kerukunan antarumat beragama, kerukunan intraumat beragama, serta kerukunan umat beragama dengan pemerintah.

Seperti diibaratkan sebuah bangunan. Indonesia adalah rumah bersama. Karena di dalamnya terdapat suku agama, ras, budaya, keyakinan, etnis, dan lainnya.

“Ini tantangan yang harus kita jawab bersama. Dalam kondisi apapun, merajut kembali bangsa ini suatu keharusan. Agar tidak mudah dirongrong pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur BEM FTIK, Yuyun Fitriah mengungkapkan, pendidikan toleransi sejatinya untuk dipraktikkan dalam proses pembelajaran, dan menjadi budaya peserta didik lintas agama di lingkungan sekolah.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, sehingga Camp Lintas Agama berjalan lancar.

Acara tersebut dikemas dalam pergelaran wayang kulit, menampilkan Dalang Ki Nurwito dari Karanggondang dan Ki Sugiharto dari Ngasem Batealit. Dengan lakon “Semar Mbangun Kahyangan”, yang berarti membangun peradaban yang damai dalam keberagaman.

Pada kesempatan itu, juga diserahkan tokoh lakon wayang dari Dwi Riyanto kepada Dalang Ki Sugiharto, selanjutnya untuk dipentaskan. (IR)

TAGGED:Heri Pudyatmoko
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Bupati Pati Ditangkap KPK, Pemprov Jateng Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan Selasa, 20 Jan 2026
  • Jelang Ramadan, Pemprov Jateng Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Meski Cuaca Ekstrem Selasa, 20 Jan 2026
  • Tanggapi OTT Bupati Pati, Wagub Jateng Dukung KPK Tegakkan Hukum Selasa, 20 Jan 2026
  • Tembus Rp5,81 Triliun, Realisasi Pendapatan Kota Semarang 2025 Tak Mencapai Target Selasa, 20 Jan 2026
  • Minimalisir Kecelakaan Warga, 528 Lampu Jalan Umum Dipasang di Rembang Selasa, 20 Jan 2026
  • Bajaj Hadirkan Senyum Anak Difabel Lewat Transportasi Inklusif di Semarang Selasa, 20 Jan 2026
  • Dua Mahasiswa Magister Teknik Lingkungan Undip Raih Beasiswa Riset Mikroplastik di Jepang Selasa, 20 Jan 2026

Berita Lainnya

Daerah

Minimalisir Kecelakaan Warga, 528 Lampu Jalan Umum Dipasang di Rembang

Selasa, 20 Jan 2026
Daerah

Kepedulian Relawan Sajikan Ribuan Porsi Makanan untuk Korban Banjir Pekalongan

Senin, 19 Jan 2026
Daerah

Ribuan Santri Sunan Giri Ikuti Karnaval Budaya, Rawat Keberagaman di Kota Salatiga

Minggu, 18 Jan 2026
Daerah

Sempat Terganggu Banjir, Jalur Hulu Petak Pekalongan-Sragi Sudah Bisa Dilalui Kereta Api

Sabtu, 17 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?