INDORAYA – Upaya menggerakkan ekonomi desa tampak nyata dalam peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Rabu (14/1/2026).
Sebanyak 90 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) unggulan dari berbagai daerah meramaikan Pameran Produk Unggulan Desa. Pameran ini menjadi etalase potensi ekonomi desa sekaligus ruang promosi bagi produk-produk berbasis kearifan lokal.
Puluhan UMKM itu menampilkan beragam produk khas desa yang memiliki nilai ekonomi tinggi, mulai dari olahan pangan lokal seperti abon pepaya, aneka olahan daging sapi, hingga kopi luwak Liberica yang dikenal langka.
Sekretaris Tim Penggerak TP PKK Boyolali, Mindaryati mengatakan, puncak peringatan Hari Desa Nasional menjadi momentum penting untuk mendorong desa-desa semakin berkembang, inovatif, dan berdaya secara ekonomi melalui penguatan UMKM.
“Kami berharap melalui puncak peringatan Hari Desa ini memberikan motivasi untuk desa-desa berkembang secara optimal, lebih inovatif lagi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pameran tersebut membuka peluang bagi UMKM desa untuk memasarkan produk unggulan yang selama ini berbasis pada potensi lokal. Sejumlah produk Boyolali memanfaatkan bahan baku yang melimpah namun sebelumnya belum dimaksimalkan secara optimal, seperti olahan abon pepaya.
Selain itu, produk olahan sapi juga menjadi daya tarik tersendiri. Boyolali menampilkan berbagai produk khas daerah, seperti abon manis, abon pedas, dendeng, hingga olahan paru yang mencerminkan identitas daerah berbasis peternakan.
Tak hanya diikuti pelaku UMKM lokal, pameran ini juga menghadirkan produk unggulan dari luar Jawa Tengah. Salah satunya kopi luwak Liberica asal Desa Prangat Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Kepala Desa Prangat Baru, Fitriyati mengatakan, kopi yang dibawanya merupakan jenis kopi langka yang hanya ada di tiga wilayah di Indonesia.
“Kopi kita ini kopi langka di Indonesia, cuma ada tiga titik: di Riau, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur di Desa Prangat Baru. Jenisnya Liberica,” kata Fitriyati.
Menurut Fitriyati, kopi Liberica memiliki cita rasa khas yang membuatnya diminati hingga pasar internasional. Bahkan, desanya pernah menerima kunjungan pembeli dari berbagai negara.
“Alhamdulillah peminatnya banyak sampai dari mancanegara, karena memang langka dan rasanya yang unik,” ujarnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menilai, pameran produk unggulan desa dalam rangka Hari Desa Nasional 2026 menjadi sarana strategis untuk memperkuat perputaran ekonomi desa dan daerah.
“Saya yakin pertumbuhan ekonomi ini akan mengungkit daerah Kabupaten Boyolali dan sekitarnya,” ujar Gus Yasin, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, keterlibatan pelaku UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari berbagai daerah membuka peluang promosi lintas wilayah dan memperluas jaringan pemasaran produk desa.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, Tabrani, menyampaikan bahwa pameran tersebut diikuti lebih dari 90 pelaku usaha dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Hari ini lebih dari 90 pelaku usaha, baik yang datang dari provinsi yang ada di Indonesia, perwakilan BUMDes, serta banyak menampilkan UKM-UKM lokal Boyolali dan Jawa Tengah,” ucapnya.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto menegaskan, pameran produk unggulan desa menjadi langkah konkret dalam memperkuat posisi desa sebagai penggerak ekonomi nasional.
“Dengan pameran produk unggulan desa ini, kita ingin memastikan desa bukan lagi pemain pinggiran, tapi desa menjadi pemain utama ekonomi di Indonesia,” ujarnya.


