INDORAYA – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) membangun gedung perpustakaan baru di kawasan Srondol, Kecamatan Banyumanik.
Pembangunan fasilitas literasi modern tersebut menelan anggaran lebih dari Rp13 miliar yang bersumber dari APBD Kota Semarang dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN.
Gedung perpustakaan berdiri di atas lahan seluas 1.019 meter persegi dengan konstruksi empat lantai yang dirancang untuk menunjang kebutuhan literasi, edukasi, hingga ruang kolaborasi masyarakat.
Kepala Dinas Arpus Kota Semarang, Bambang Suranggono menjelaskan, setiap lantai memiliki fungsi berbeda. Basement difungsikan sebagai area parkir, lantai satu untuk layanan peminjaman buku, lantai dua sebagai ruang baca, ruang budaya, mini cafe, serta co-working space.
Sementara lantai tiga digunakan sebagai ruang audio visual dan bagian rooftop disiapkan sebagai ruang diskusi terbuka.
“Ada 4 lantai, bahkan kita sediakan mini cafe jadi lebih nyaman, baca buku, berdiskusi bisa sambil pesan kopi. Ada rooftop-nya juga,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Indoraya.news, Selasa (3/2/2026).
Pemkot Semarang menargetkan perpustakaan baru mampu meningkatkan minat baca masyarakat. Kunjungan ditargetkan mencapai 350 hingga 400 orang setiap hari. Selain itu, ruang audio visual yang tersedia mampu menampung hingga 80 orang.
“Ruang audio visual ini bisa untuk menyaksikan film pendek atau film yang bersumber dari buku,” imbuh Bambang.
Nantinya, perpustakaan akan beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB dengan sistem kerja shift bagi petugas. Pemkot Semarang juga menyiapkan petugas yang memiliki kemampuan bahasa asing guna mendampingi pemustaka dari luar negeri.
“Termasuk mereka (petugas) sudah kami seleksi ada yang mampu mendampingi dengan berbahasa asing karena koleksinya ini juga ada koleksi dengan bahasa Arab, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, lebih banyak lagi bahasa Inggris. Harapannya masyarakat bisa lebih nyaman,” tuturnya.
Dari sisi pembangunan, tahap pertama berupa struktur bangunan telah rampung pada Desember 2025. Tahap tersebut menggunakan anggaran APBD Kota Semarang sebesar Rp200 juta dan DAK APBN sebesar Rp7,8 miliar.
Selanjutnya, pembangunan tahap kedua yang meliputi interior, mebeler, serta pengadaan buku disiapkan dari APBD Kota Semarang senilai Rp5,3 miliar.
“Kegiatan interior ini desainnya disesuaikan dengan kondisi Kota Semarang yaitu yang njawani dan menjadi identitas Kota Semarang. Harapan kami di Februari sampai dengan Maret ini selesai lelang interiornya dan pembangunannya kurang lebih 3 bulan. Mungkin mulai akhir Maret dan Juni sudah benar-benar sempurna,” tandasnya.
Dengan pembangunan gedung baru ini, Pemkot Semarang berharap fasilitas perpustakaan mampu menjadi pusat literasi modern yang nyaman, inklusif, dan mendukung pengembangan sumber daya manusia di Kota Semarang.


