INDORAYA – Perhimpunan Pelajar Indonesia di United Kingdom (PPI UK) resmi memiliki pemimpin baru. Muhammad Fachrul Hudallah, mahasiswa Master of Laws di University of Sussex, terpilih sebagai Ketua PPI UK untuk periode 2025/2026.
Pria asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ini, berhasil meraih 144 suara atau 56 persen dari total suara sah. Pengumuman hasil pemilihan disampaikan oleh Komisi Pemilihan Umum PPI UK tepat pukul 13.00 BST melalui Surat Keputusan Nomor 2 Tahun 2025.
Fachrul menyampaikan, kepemimpinannya akan berfokus pada kolaborasi, pemberdayaan, dan semangat kebersamaan di tengah kehidupan pelajar Indonesia di negeri rantau. Ia juga berkomitmen untuk membangun tim yang solid dan inklusif.
“Saya sadar saya nggak bisa sendiri. Harapannya, kita bisa bentuk tim yang kuat dan berjuang bareng-bareng,” ujarnya.
Mengusung filosofi Jawa Urip iku Urup, bahwa hidup adalah tentang memberi manfaat, Fachrul menawarkan visi menjadikan PPI UK sebagai “rumah bersama” bagi seluruh pelajar Indonesia.
Ia melihat organisasi ini bukan sekadar wadah kegiatan, tetapi sebagai ruang ideologis yang suportif dan relevan dengan kebutuhan nyata pelajar dan calon mahasiswa yang akan belajar di UK.
Untuk mewujudkan visinya, Fachrul memperkenalkan sistem layanan 4R sebagai fondasi program kerja PPI UK. Rantau Connect dirancang sebagai jaringan data yang menghubungkan pelajar lintas kota dan universitas, memperkuat relasi dan kolaborasi.
Kemudian Rantau Sharing menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman akademik, termasuk mentoring beasiswa dan diskusi lintas disiplin.
Sementara itu, program Rantau Book hadir sebagai panduan praktis bagi mahasiswa baru, berisi informasi penting seputar adaptasi hidup di UK.
Melengkapi ketiga layanan ini, Rantau Care difokuskan pada penguatan mental dan kesejahteraan emosional pelajar melalui kegiatan kebersamaan yang suportif. Sistem 4R ini menjadi wujud nyata dari visi Fachrul untuk menjadikan PPI UK sebagai rumah bersama yang relevan dan berdampak.
Di samping itu, Fachrul juga memastikan bahwa program-program unggulan seperti ISIC dan PPI UK Olympics tetap dilanjutkan sebagai bagian dari kesinambungan tradisi organisasi.
“Saya dan tim siap menjadikan PPI UK sebagai rumah yang inklusif, berdampak, dan relevan bagi kita semua,” harapnya.


