INDORAYA – Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) untuk SMA sederajat telah dilaksanakan. Namun ada beberapa hal yang mesti dibenahi agar pelaksanaan di tahun depan bisa lebih baik.
Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko menyampaikan DPRD Jateng telah melakukan evaluasi pelaksanaan sistem penerimaan siswa baru tersebut. Ternyata ada hal-hal yang tidak pas dan merugikan sebagian siswa.
Hal pertama yang ia soroti adalah zonasi. Yakni memberikan kesempatan lebih besar pada siswa yang memiliki tempat tinggal di sekitar sekolah. Hal ini justru harus dievaluasi.
Kenyataanya, siswa yang tinggal dekat dengan sekolah lebih beruntung daripada siswa berprestasi.
“Yang bertempat tinggal dekat dengan sekolah berkesempatan besar diterima, kalau yang berprestasi kesempatannya lebih kecil,” kata Heri Pudyatmoko, kemarin.
hal itu jelas merugikan siswa secara psikologi. Dalma arti, siswa jadi kurang bersemangat untuk mengejar prestasi. Lantaran merasa rumahnya jauh dan sulit diterima.
Apalagi tidak semua wilayah di Jateng, yakni di tingkat kecamatan, terdapat sekolah SMA negeri. Hal ini semakin menyulitkan untuk penerapan sistem zonasi tersebut.
Hendaknya sistem zonasi itu diubah. Persentase terbesar justru diberikan pada kelompok siswa berprestasi. Setidaknya 50-60 persen. Sehingga siswa benar-benar mengejar prestasi yang didasarkan pada penilaian raport semenjak kelas 1-3.
Jika tidak ada perubahan, lanjut Heri Pudyatmoko yang merupakan politikus Partai Gerindra ini khawatir jika nantinya siswa sekolah tak berorientasi lagi mencapai prestasi yang tinggi.
Alasannya adalah ada rasa kekhawatiran tak akan diterima dan kalah dengan mereka yang tinggal dekat dengan sekolah.
Persoalan lain yang muncul adalah beredarnya isu keterlibatan hacker atau peretas di beberapa sekolah. Dimana mengakibatkan hilangnya nama calon peserta didik yang mendaftar PPDB Jateng Tahun 2022.
Namun setelah ditelusuri oleh Kominfo Jateng, bukan hack melainkan penyalahgunaan username dan password oleh orang tidak bertanggung jawab. (Advertorial-HS)




