Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Evaluasi APBD Perubahan Jateng 2025, Belanja Pegawai Jadi Fokus Perhatian
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Evaluasi APBD Perubahan Jateng 2025, Belanja Pegawai Jadi Fokus Perhatian

By Dickri Tifani
Jumat, 12 Sep 2025
Share
4 Min Read
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno. (Foto Dickri Tifani BadiIndoraya)
SHARE

INDORAYA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan arahan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) untuk melakukan evaluasi terhadap sejumlah pos anggaran dalam APBD Perubahan tahun 2025.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Pemprov Jateng segera menggelar pertemuan dengan DPRD di Ruang Badan Anggaran (Banggar), Jumat (12/9/2025).

Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, menyampaikan bahwa secara keseluruhan tidak ada perubahan dalam substansi penggunaan APBD Perubahan tahun ini.

Namun, terdapat beberapa penyesuaian teknis pada belanja pegawai yang perlu diselaraskan dengan regulasi baru dari Kemendagri.

“Secara substansi tidak ada yang berubah. Karena ini terkait alokasi APBD Perubahan 2025, maka ada beberapa hal teknis yang harus dievaluasi sesuai arahan Kemendagri,” ujar Sumarno saat ditemui Indoraya.News usai rapat di Banggar DPRD Jateng, Jumat.

Sumarno menargetkan hasil evaluasi terhadap belanja pegawai akan dikirimkan ke Kemendagri dalam waktu maksimal satu minggu.

Dalam forum bersama DPRD, Pemprov juga melakukan kajian terhadap beberapa rancangan peraturan daerah (raperda) untuk memastikan kesesuaian dengan peraturan yang lebih tinggi dan tidak merugikan kepentingan publik.

“Evaluasi Kemendagri akan kami jawab dalam tujuh hari. Apakah raperda yang dibuat bertentangan dengan aturan lebih tinggi atau dengan kepentingan umum. Secara administrasi, komentar dewan tadi juga sudah kami tanggapi,” jelasnya.

Salah satu aspek evaluasi yang disorot adalah anggaran rapat pegawai. Sumarno menjelaskan bahwa pengeluaran untuk konsumsi dalam rapat tetap diperlukan karena termasuk dalam upaya peningkatan kapasitas aparatur.

“Kalau bicara belanja pelatihan, bukan sekadar soal makan minum. Itu bagian dari capacity building,” paparnya.

Di sisi lain, Kepala BPKAD Jateng, Slamet, menuturkan bahwa anggaran tahun ini telah dialokasikan untuk proyek-proyek strategis seperti infrastruktur jalan dan sarana pertanian guna mendukung program ketahanan pangan.

“Artinya, belanja anggaran tahun ini lebih berkualitas. Kalau pada 2024 lalu sisa alokasi APBD masih tinggi, yakni Rp2–3 triliun, maka untuk 2025 Silpa kemungkinan sangat minim, bisa hanya sekitar Rp300 miliar,” ujar Slamet.

Ia menambahkan, struktur APBD Perubahan sudah disiapkan untuk pelaksanaan pada kuartal II hingga kuartal IV tahun 2025, dengan fokus pada agenda prioritas Gubernur Ahmad Luthfi, termasuk ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur pertanian, rehabilitasi jaringan irigasi, dan peningkatan kualitas jalan.

Slamet juga menyebutkan bahwa langkah ini selaras dengan visi dan misi Presiden Prabowo Subianto. Meski demikian, ia mengakui bahwa penyerapan anggaran pada periode Januari hingga Juli 2025 masih terbilang lambat akibat beberapa kondisi eksternal.

“Memang ada perlambatan penyerapan anggaran di kuartal I. Ini wajar karena daya beli masyarakat masih lesu. Namun, kami yakin pada kuartal berikutnya penyerapan anggaran akan lebih terarah ke belanja infrastruktur,” kata Slamet yang juga merangkap Plt Kepala Inspektorat Jateng.

Sementara itu, Kepala Bidang Perbendaharaan dan Kas Daerah BPKAD Jateng, Sunadi, menjelaskan bahwa pada APBD murni 2025, target pendapatan daerah dipatok sebesar Rp24,358 triliun, sedangkan belanja ditetapkan sebesar Rp24,728 triliun.

“Untuk serapan belanja modal saat ini baru Rp99,93 miliar. Kami mendorong seluruh OPD mempercepat realisasinya. Adapun belanja tidak terduga baru mencapai 0,73 persen dari total anggaran,” jelasnya.

TAGGED:APBD Perubahan Jateng 2025
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Potensi Besar Tak Tergarap, DPRD Nilai Pendapatan Sektor Parkir Kota Semarang Masih Minim Kamis, 22 Jan 2026
  • Wajah Baru Jembatan Persen Semarang: Jadi Penghubung Strategis Kampus Unnes-Undip Rabu, 21 Jan 2026
  • BNNP Jawa Tengah Tancap Gas Perkuat Rehabilitasi Narkoba, Gandeng RS dan Sentra Vokasional Rabu, 21 Jan 2026
  • Pengungkapan Kasus Narkoba di Semarang: Empat Pria Diamankan, Satu Tenaga Outsourcing Pemkab Kendal Terlibat Rabu, 21 Jan 2026
  • Banjir Berhari-hari di Pekalongan Picu Lonjakan ISPA, Puluhan Warga Terserang Rabu, 21 Jan 2026
  • KUHAP Baru Tegaskan Advokat Setara Penegak Hukum, Lindungi dari Kriminalisasi Rabu, 21 Jan 2026
  • 3 Kades Pati Terjerat Kasus Jual Beli Jabatan, Dispermades Jateng: Seharusnya Paham Regulasi Rabu, 21 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

BNNP Jawa Tengah Tancap Gas Perkuat Rehabilitasi Narkoba, Gandeng RS dan Sentra Vokasional

Rabu, 21 Jan 2026
Jateng

3 Kades Pati Terjerat Kasus Jual Beli Jabatan, Dispermades Jateng: Seharusnya Paham Regulasi

Rabu, 21 Jan 2026
Daerah

Banjir Pekalongan Belum Surut, 59 Ribu Jiwa Terdampak dan 1.958 Warga Mengungsi

Rabu, 21 Jan 2026
Daerah

BPBD: 62.892 Warga Pati Terdampak Banjir, 1.300 Hektare Sawah Rusak

Rabu, 21 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?