Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: ESDM Jateng Tegaskan Tak Ada Tambang di Gunung Slamet, 5 IUP di Luar Kawasan Lindung
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

ESDM Jateng Tegaskan Tak Ada Tambang di Gunung Slamet, 5 IUP di Luar Kawasan Lindung

By Lu'luil Maknun
Senin, 15 Des 2025
Share
4 Min Read
Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Agus Sugiharto. (Foto: Lu'luil Maknun/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menegaskan bahwa tidak ada aktivitas pertambangan di tubuh maupun kawasan lindung Gunung Slamet, seperti yang ramai diviralkan di media sosial.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jateng, Agus Sugiharto menyebut, informasi yang beredar telah menimbulkan kekeliruan di tengah masyarakat karena tidak disertai data dan jarak lokasi yang akurat.

“Yang viral itu disebut-sebut penambangan di lereng Gunung Slamet. Itu tidak tepat. Seluruh pertambangan yang berizin di sekitar Gunung Slamet berada di luar kawasan lindung,” katanya saat kepada awak media. Senin (15/12/2025).

Agus menjelaskan, terdapat lima perusahaan tambang yang berizin di wilayah sekitar Gunung Slamet dengan jarak terdekat 9,8 kilometer dari kawasan hutan lindung, sehingga tidak berada di tubuh gunung.

Rinciannya yaitu CV Smart Indo Cipta (jarak ±19,5 km) – tidak aktif, PT Saka Bumi Ganda Tapa (jarak ±9,8 km) – tidak aktif, CV Krakatau Indah (jarak ±18,8 km) – aktif.

Lalu, PT Keluarga Sejahtera Bumindo (jarak ±9,8 km) – aktif dan dalam pengawasan teknis dan PT Dinar Batu Agung (jarak ±12,5 km) – dihentikan sementara.

“Yang paling ramai diperbincangkan, PT Dinar Batu Agung, itu berjarak 12,5 kilometer dari kawasan hutan Gunung Slamet. Saat ini kami hentikan sementara sampai ada perbaikan teknis dan lingkungan,” jelasnya.

Penghentian sementara terhadap PT Dinar Batu Agung dilakukan sejak 4 November 2025 dan melibatkan pengawasan dari Dinas ESDM Jateng, Dinas Lingkungan Hidup, serta Polresta Banyumas.

Jika hingga batas evaluasi 4 Januari 2026 perusahaan tidak mampu memenuhi kaidah teknis dan lingkungan, ESDM Jateng akan mengusulkan pencabutan izin kepada Kementerian ESDM, karena izin tersebut diterbitkan oleh pemerintah pusat.

“Kalau tidak sanggup memperbaiki, satu-satunya jalan adalah kami usulkan pencabutan izin ke pemerintah pusat,” tegas Agus.

Terkait foto citra satelit yang beredar, Agus menegaskan bahwa gambar itu merupakan dokumentasi lama tahun 2017–2018, saat masih ada kegiatan eksplorasi panas bumi oleh PT Sejahtera Alam Energi.

Kegiatan itu telah dihentikan sejak 2023 karena tidak menemukan potensi panas bumi, dan lokasi sudah direhabilitasi di bawah pengawasan Gakkum Kementerian Kehutanan.

“Tanggal 11 Desember kemarin kami turun bersama Gakkum. Hasilnya, tidak ada lagi bukaan lahan. Semuanya sudah direboisasi,” ujarnya.

Agus juga menanggapi kekhawatiran publik yang mengaitkan bencana longsor di Jawa Tengah dengan aktivitas pertambangan.

Menurutnya, longsor besar yang terjadi di Banjarnegara dan Cilacap dipicu oleh curah hujan tinggi dan kondisi morfologi yang terjal, bukan karena tambang.

“Khawatir itu perlu supaya waspada, tapi jangan berlebihan sampai menimbulkan ketakutan yang tidak berdasar,” katanya.

ESDM Jateng memastikan bahwa tambang berizin pun tetap diawasi, terutama terkait keselamatan kerja (K3), tinggi tebing galian, dan pengelolaan lingkungan seperti settling pond untuk mencegah limpasan lumpur ke pemukiman.

Untuk PT Keluarga Sejahtera Bumindo, meski berstatus legal dan jauh dari pemukiman, aktivitasnya kini dihentikan sementara guna penataan teknis demi keselamatan pekerja.

“Kontrol dari masyarakat itu penting. Tambang berizin sekalipun wajib patuh pada kaidah teknis dan lingkungan,” tegas Agus.

TAGGED:Kepala Dinas ESDM Jateng Agus SugihartoTambang BanyumasTambang Gunung Slamet
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen

Sabtu, 07 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?