INDORAYA – Empat jenazah korban kecelakaan bus pariwisata di Tol Pemalang–Batang, tepatnya di KM 312B, Kabupaten Pemalang, telah tiba di Kota Semarang, pada Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 21.47 WIB.
Diketahui, keempat jenazah tersebut masing-masing bernama Komsiyah, Sri Fitriyati, Endah Cipta Ningrum, dan Abdul Ghofur.
Keempatnya merupakan bagian dari rombongan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Bendan Ngisor yang berjumlah 32 orang.
Rombongan tersebut diketahui tengah dalam perjalanan wisata menuju Objek Wisata Guci, Kabupaten Tegal. Namun di tengah perjalanan, bus mengalami masalah hingga akhirnya terguling.
Pantauan di lokasi, empat ambulans Pemkot Semarang saat tiba di Semarang tidak langsung menuju rumah duka. Kendaraan itu terlebih dahulu berhenti di Kantor Kelurahan Bendan Ngisor untuk proses serah terima jenazah dari pihak kelurahan kepada keluarga korban.
Kedatangan para korban selamat bersama empat jenazah di kantor kelurahan disambut isak tangis haru dari keluarga dan para tetangga.
Dalam prosesi serah terima, hadir Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin; Ketua LPMK Bendan Ngisor Sugeng Purwoko; perwakilan kepolisian dan TNI; keluarga korban; serta jajaran Kelurahan Bendan Ngisor.
Usai berdoa, Sugeng secara simbolis menyerahkan empat jenazah kepada masing-masing keluarga korban. Keempat jenazah itu rencananya akan dimakamkan pada Minggu (26/10/2025) dengan waktu yang berbeda-beda.
“Pada malam hari ini kita terima keempat jenazah. Rencananya, besok pagi akan dilakukan prosesi pemakaman,” ucapnya kepada wartawan, pada Sabtu malam.
Berdasarkan informasi yang tertera pada papan pengumuman, jenazah Sri Fitriyati akan dimakamkan di TPU Bendan Ngisor sekitar pukul 13.00 WIB, sedangkan Endah Cipta Ningrum juga akan dimakamkan di lokasi yang sama.
Sementara itu, jenazah Abdul Ghofur akan dimakamkan di Pemakaman Muslim Raudhatul Jannah, Kecamatan Gunungpati, sekitar pukul 09.30 WIB. Adapun untuk jenazah Komsiyah, awak media belum menerima informasi tentang waktu dan lokasi pemakaman.
Sugeng menegaskan, rombongan bus yang mengalami kecelakaan di Tol Pemalang–Batang itu merupakan peserta FKK Bendan Ngisor yang saat itu tengah dalam perjalanan wisata menuju Objek Wisata Guci, Kabupaten Tegal.
Namun, rombongan yang berjumlah 32 orang itu mengalami kecelakaan di exit Tol Pemalang. Atas insiden ini, dia menyampaikan doa dan belasungkawa kepada seluruh korban, khususnya yang meninggal dunia agar diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Ia menuturkan, dalam rombongan itu juga terdapat lurah serta hampir seluruh pegawai kelurahan yang turut serta dalam kegiatan rekreasi tersebut.
“Pak Lurah masih dirawat di Pemalang, staf-staf juga masih di sana,” ungkap Sugeng.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa pada bulan ini semula direncanakan ada kegiatan rekreasi warga Bendan Ngisor. Namun, mengingat kondisi duka, pihak kelurahan sepakat untuk membatalkan seluruh agenda tersebut.
“Minggu depan seharusnya masih ada tiga kegiatan, tapi sementara kita hentikan dulu. Kita sedang berduka. Kita hormati teman-teman kita yang selama ini berjuang mengatasi jentik-jentik dan kini terkena musibah,” bebernya.
Pihaknya memastikan, pelayanan di Kantor Kelurahan Bendan Ngisor pada Senin (27/10/2025) tetap akan dibuka dan berjalan seperti biasa.
“Nanti kami akan dibantu dari kelurahan-kelurahan sekitar untuk pelayanan masyarakat. Meski begitu, kami imbau warga agar menunda sementara pengurusan administrasi karena kondisi masih berduka,” pungkasnya.


