Ad imageAd image

Elektabilitas Menguat Jelang Pilgub Jateng 2024, Sudaryono: Kita Ikhtiari, Kita Syukuri

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 75 Views
4 Min Read
Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah Sudaryono saat menyampaikan orasi politik dalam acara "Buka Puasa dan Konsolidasi Sobat Tunjung Bersama Mas Sudaryono" di Wisma Pemda Jateng, Kota Semarang, Jumat (5/4/2024) sore. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono mengatakan, dirinya bersyukur karena tingkat elektabilitasnya sebagai calon Gubernur Jateng 2024 semakin menguat. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari ikhtiar dan perjuangan yang selama ini dilakukan.

Hal tersebut dikatakan Sudaryono merespon hasil survei yang dirilis Merdeka Institut for Public Opinion Survey. Dalam survei itu nama Sudaryono masuk dalam tiga besar kandidat yang dijagokan di Pilgub Jateng 2024 dengan tingkat elektabilitas 15,8 persen.

“Saya syukuri, kita syukuri, saya gak tahu siapa yang bikin survei dan apapun itu, kita ikhtiari, kita syukuri,” katanya usai acara “Buka Puasa dan Konsolidasi Sobat Tunjung Bersama Mas Sudaryono” di Wisma Pemda Jateng, Kota Semarang, Jumat (5/4/2024) sore.

Dia mengaku merasakan dukungan yang datang dari masyarakat akar rumput untuk maju dalam Pilgub Jateng 2024 juga semakin menguat. Menurutnya, dukungan ini muncul setelah dia mendapat tiket dari Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, menuju kursi Jateng 1.

“Perintah sudah diberikan, saya ikhtiari, alhamdulillahnya jaringan juga sudah semangat. Kuncinya sudah ada kepastian perintah Pak Prabowo kepada saya untuk maju Pilgub, kemudian itu ditangkap oleh temen-temen semua di seluruh daerah di Jawa Tengah,” kata Mas Dar.

Dia bilang, basis kekuatan Partai Gerindra di Jawa Tengah cukup merata, tidak menonjol di satu kabupaten/kota tertentu. Meski bukan partai pemenang dalam Pileg, namun apabila kekuatan yang ada terus dikonsolidasikan, itu menjadi modal penting dalam Pilgub Jateng nanti.

“Saya kira di Jawa Tengah ini Gerindra cukup merata memang. Kita bukan pemenang di satu kabupaten, tapi kita nomor 2 nomor 3, hampir semua di kabupaten/kota. Kadang-kadang kalau lomba (kontestasi) gak harus terus nomor satu,” kata Sudaryono.

“Tapi kita nomor 2, nomor 3 terus dikalkukasi bisa jadi juara itu, karena yang nomor 1 ganti-ganti (partainya), jadi lumayan kita ikhitiar,” imbuh mantan asisten pribadi Prabowo Subianto tersebut.

Menyonsong Pilgub Jateng 2024, dirinya menegaskan akan berjuang lebih keras lagi, baik secara individu maupun sebagai ketua partai yang harus melakukan penguatan mesin partai dan juga konsolidasi kader.

“Jadi saya sebagai pimpinan partai ngiras-ngirus (mengerjakan seseuatu sambil mengerjakan hal lain: red). Sekaligus, gitu, mau jadi cagub atau tidak, tentu penguatan partai akan kita lakukan. Dengan jadi cagub, maka penguatan partai sekalian ke arah sana,” tandas Sudaryono.

Survei Elektabilitas Calon Gubernur Jateng

Diberitakan sebelumnya, Merdeka Institut for Public Opinion Survey (Merdeka Institute) merilis hasil survei terbaru terkait preferensi warga Jateng tentang Pilgub Jateng 2024. Di mana nama Sudaryono masuk dalam tiga besar kandidat dengan tingkat elektabilitas tinggi.

Tingkat elektabilitas Sudaryono berada di angka 15,8 persen. Masih di bawah Hendrar Prihadi, Kepala LKPP RI sekaligus mantan Wali Kota Semarang dengan 18,2 persen. Lalu di posisi kedua ada nama mantan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen 16,4 persen.

Setelah Sudaryono elektabilitas tertinggi diraih Bambang Pacul 9,5 persen, Sudirman Said 9,2 persen, Dico Ganinduto 8,1 persen, Yusuf Chudlori 7,3 persen, Diah Warih Anjari 5,8 persen, Abdul Wahid 2,5 persen, FX Hadi Rudiyatmo 2,4 persen, dan tokoh lainnya 1,2 persen serta undecided 3,6 persen.

Survei dilakukan pada 15-27 Maret 2024 di 35 kabupaten/kota seluruh Jateng. Populasi survei adalah seluruh warga Jateng yang berusia 17 tahun ke atas dan telah memiliki KTP-el. Total sampel sebesar 830 responden diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat (multi-stage random sampling) dengan atas margin of error kurang lebih 3,4 persen.

Share this Article
Leave a comment