Ad imageAd image

Ekonom Sebut Prabowo Dapat Warisan Defisit APBN Besar

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 613 Views
1 Min Read
Presiden Joko Widodo dan Menhan Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengatakan presiden terpilih Prabowo Subianto akan mendapat warisan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan defisit yang cukup besar.

Hal itu terlihat dari RAPBN 2025 yang disusun pemerintahan Jokowi. Dalam RAPBN itu, Jokowi mengusulkan defisit sebesar 2,29 persen hingga 2,82 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Ekonom INDEF Eko Listiyanto mengatakan sejak era reformasi, tidak pernah ada usulan defisit dalam RAPBN sebesar 2,8 persen.

“Mungkin kalau kita bedah lagi karena di dalamnya itu banyak program seperti makan bergizi (gratis) yang sudah harus dimasukkan dalam RAPBN,” katanya dalam Diskusi Publik Warisan Utang ke Pemerintahan Mendatang di Jakarta, Kamis (4/7/2024).

Eko mengatakan jika defisit APBN disetujui 2,82 persen maka akan sulit dilakukan manuver jika terjadi gonjang ganjing pada perekonomian Indonesia. Pasalnya, ia mengatakan defisit itu jauh lebih besar dibandingkan era presiden sebelumnya.

Sebagai informasi saja, pada RAPBN 2005 yang disusun pemerintahan Megawati Soekarnoputri untuk pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), defisit dipatok 0,8 persen. Kemudian RAPBN 2015 yang disusun pemerintahan SBY untuk pemerintahan Jokowi, defisit dipatok 2,32 persen.

“Artinya ada manuver untuk mereka kalau ada situasi yang memerlukan perubahan dalam APBN, atau pelebaran defisit,” katanya.

Share this Article