Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: E-Commerce Korea Selatan Bagikan Voucher Rp25,2 Triliun Usai Kebocoran Data Jutaan Akun
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Gaya Hidup

E-Commerce Korea Selatan Bagikan Voucher Rp25,2 Triliun Usai Kebocoran Data Jutaan Akun

By Redaksi Indoraya
Selasa, 30 Des 2025
Share
2 Min Read
Ilustrasi belanja online. (Foto: istimewa)
SHARE

INDORAYA – Perusahaan e-commerce Korea Selatan, Coupang, menyiapkan skema kompensasi besar-besaran menyusul insiden kebocoran data yang berdampak pada puluhan juta akun penggunanya. Total nilai kompensasi yang disiapkan mencapai 1,69 triliun won atau setara Rp25,2 triliun.

Melansir The Straits Times, Senin (29/12), kompensasi tersebut akan diberikan kepada sekitar 33,7 juta pemegang akun Coupang. Setiap pelanggan dijanjikan menerima voucher belanja senilai 50.000 won atau sekitar Rp625 ribu yang dapat digunakan di platform e-commerce tersebut.

Kebijakan pemberian voucher ini diumumkan sehari setelah pendiri Coupang, Kim Bom, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik terkait kebocoran data yang terjadi pada November lalu. Dalam pernyataannya, Kim juga menyebut perusahaan akan mempercepat proses pendistribusian kompensasi kepada pengguna di Korea Selatan.

Di tengah polemik tersebut, Kim diketahui tidak menghadiri agenda sidang parlemen yang dijadwalkan berlangsung pada 30–31 Desember. Ketidakhadiran itu memicu sorotan publik, seiring meningkatnya kritik terhadap langkah kompensasi yang dipilih Coupang.

Anggota parlemen dari Partai Demokrat sekaligus ketua Komite Sains, TIK, Penyiaran, dan Komunikasi Majelis Nasional, Choi Min-hee, menilai kompensasi berbentuk voucher kurang memberikan manfaat nyata bagi korban kebocoran data. Ia menuding perusahaan berupaya menjadikan krisis keamanan data sebagai peluang bisnis.

Nada kritik serupa juga disampaikan Dewan Nasional Organisasi Konsumen Korea. Kelompok advokasi konsumen tersebut menilai rencana pemberian voucher cenderung meremehkan konsumen dan tidak sebanding dengan tingkat keparahan kebocoran data. Menurut mereka, skema tersebut lebih menyerupai strategi pemasaran untuk mendorong transaksi lanjutan.

Saat dimintai tanggapan atas berbagai kritik yang muncul, Coupang memilih tidak memberikan komentar tambahan. Sementara itu, parlemen Korea Selatan dijadwalkan menggelar sidang dengar pendapat selama dua hari mulai 30 Desember untuk mendalami kasus kebocoran data tersebut.

TAGGED:e-commerce korselkorea selatanVoucher belanja
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Gaya Hidup

Army Bersiap! Pemprov DKI Upayakan Konser BTS Digelar di JIS Jakarta Akhir 2026

Minggu, 25 Jan 2026
Gaya Hidup

Kofi Djohar Semarang Usung Konsep Ngopi Pagi Bernuansa Pasar Tradisional, Harga Mulai Rp7.000

Sabtu, 17 Jan 2026
Gaya Hidup

Wisata Alam Dominasi Objek Wisata Indonesia, Jadi Daya Tarik Utama Pariwisata Nasional

Selasa, 13 Jan 2026
Gaya Hidup

Grup Djarum Resmi Akuisisi Teh Sariwangi Rp1,5 Triliun dari Unilever

Jumat, 09 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?