Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Dua Peserta Siksorogo Lawu Ultra Meninggal, Tak Terbuka Soal Riwayat Penyakit
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Dua Peserta Siksorogo Lawu Ultra Meninggal, Tak Terbuka Soal Riwayat Penyakit

By Lu'luil Maknun
Rabu, 10 Des 2025
Share
3 Min Read
Kepala Disporapar Jateng, Muhamad Masrofi saat ditemui di kantornya, Selasa (9/12/2025). (Foto: Lu'luil Maknun/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Dua peserta ajang lari marathon trail Siksorogo Lawu Ultra 2025 meninggal dunia saat mengikuti perlombaan tersebut. Keduanya diketahui memiliki penyakit bawaan yang sebelumnya tidak disampaikan kepada panitia penyelenggara.

Korban pertama adalah Pujo Buntoro, ASN Kemenag Kota Solo, yang mengalami serangan jantung. Sementara korban kedua, Sigit Joko Poernomo, Kepala Biro Umum dan Hukum Kementerian Pariwisata meninggal akibat gangguan pernapasan yang dipicu penyakit paru saat berlari di suhu dingin.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Muhamad Masrofi menegaskan, event Siksorogo Lawu Ultra yang telah digelar sejak 2019 itu sebenarnya telah memenuhi standar keamanan dan memiliki SOP pelaksanaan yang ketat.

Namun, ia menyebut kedua peserta tidak terbuka mengenai riwayat penyakit yang mereka miliki saat menjalani pemeriksaan kesehatan pra-lomba.

“Dari pejabat Kemenpar itu punya riwayat jantung tetapi tidak terus terang menyampaikan saat ikut event Siksorogo Lawu. Yang satu punya penyakit paru, dan saat lari di kondisi udara dingin, asma kambuh. Ini yang tidak disampaikan saat tes kesehatan sebelum acara berlangsung,” jelas Masrofi, Selasa (9/12/2025).

Masrofi menuturkan, saat kejadian pihak penyelenggara sudah melakukan penanganan sesuai SOP, termasuk menyiagakan ambulans dan ratusan relawan untuk mitigasi risiko.

Disporapar Jateng juga telah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Lebih jauh, Masrofi mengimbau semua peserta event olahraga ekstrem, khususnya marathon trail jarak jauh, agar bersikap lebih terbuka soal kondisi kesehatan masing-masing.

Panitia dan EO, kata dia, selalu menyediakan surat pernyataan yang harus diisi peserta untuk memastikan keamanan selama mengikuti perlombaan.

“Kalau punya penyakit bawaan, siapa yang tahu kalau tidak disampaikan. Kita tentu beri asuransi untuk kecelakaan atau cedera, tapi untuk penyakit bawaan hanya bisa memberi santunan,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat dengan riwayat penyakit jantung, hipertensi, atau gangguan paru untuk mempertimbangkan kembali jika hendak mengikuti event lari jarak ekstrem.

“Harus ada keterbukaan dari peserta. Sampaikan saja kekuatan dan kelemahan fisiknya seperti apa. Ini sudah kedua kali terjadi, sebelumnya juga ada kasus di Kebumen karena peserta tidak terbuka soal penyakit bawaan,” ujar Masrofi.

Disporapar berharap kejadian ini menjadi pembelajaran agar tiap event olahraga dapat berlangsung aman tanpa mengabaikan faktor kesehatan peserta.

TAGGED:Disporapar JatengSiksorogo Lawu Ultra 2025
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen

Sabtu, 07 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?