Dua Ormas Parpol di Magelang Terlibat Konflik, Kesbangpol Jateng Minta Etika Politik Dijaga

Kepala Badan Kesbangpol Jawa Tengah, Haerudin. (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Haerudin, turut menyoroti peristiwa bentrokan antar organisasi masyarakat (ormas) milik dua partai politik di Kabupaten Magelang.

Dua ormas yang terlibat konflik yakni Laskar Barisan Shirathal Mustaqim (BSM) milik PDI Perjuangan dan Gerakan Pemuda Ka’bah Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Bentrokan terjadi di Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (15/10/2023) sore.

Haerudin mengatakan, pasca kejadian ini pihaknya akan lebih meningkatkan sosialisasi melibatkan pemuda, hingga tokoh agama. Dia juga berharap parpol memberikan pendidikan politik agar dapat menjaga etika politik dan mencipatakan kondusivitas menjelang Pemilu 2024.

“Partai politik tentu sesuai dengan kewajiban yang ada di undang- undang itu mengamanatkan pendidikan politik. Jadi bukan saja terkait dengan politiknya tetapi juga kondusifitas dan juga sosialnya. Harapannya etika dan budaya politik harus dikedepankan untuk membangun kondusifitas” katanya saat dihubungi Indoraya.news, Selasa (16/10/2023).

Dia menyebut, perbedaan pandangan dan pilihan di tahun politik merupakan hal yang wajar terjadi. Namun dibutuhkan kedewasaan sikap untuk saling menjunjung tinggi toleransi guna mendukung kondusifitas Jawa Tengah.

“Perbedaan pandangan harus dihadapi dengan sikap yang toleran. Sikap yang toleran itu perbedaan itu sebagai keniscayaan tetapi bagaimana kemudian bisa saling memahami berbedaan itu, saling toleran antar satu dengan yang lain,” beber Haerudin.

Dia bilang, Magelang menjadi salah satu wilayah rawan konflik dan gangguan di Pemilu 2024. Maka dari itu, dalam mencegah terjadinya konflik, butuh upaya  bersama- sama. Ia mendorong semua pihak untuk menjaga kondusivitas di tahun politik.

“Magelang ini masuk dalam daerah yang rawan konflik. Daerah tengah seperti Purworejo, Magelang, termasuk Wonosobo dan Temanggung termasuk daerah rawan yang patut diantisipasi,” tandas Haerudin.