Ad imageAd image

Dua Orang Santriwati Terjang Banjir di Purwodadi, Terseret dan Hanyut Terbawa Arus

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 812 Views
2 Min Read
Setelah tiga hari pencarian oleh Tim SAR gabungan, jasad kedua santriwati itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (18/3/2024) pagi. (Foto: Basarnas Semarang)

INDORAYA– Dua orang santriwati dari Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul A’laa Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), terseret arus saat banjir menerjang di Jalan Desa Karanganyar, Purwodadi, Grobogan, Jateng, pada Sabtu (16/3/2024) lalu sekitar pukul 09.00 WIB pagi.

Dengan kejadian tersebut, Tim SAR gabungan melakukan pencarian. Setelah tiga hari pencarian, jasad kedua santriwati itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Adapun identitas keduanya adalah Nurul Fajriyah (19) warga desa Kedungrejo RT 06/01 Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, dan Shofiatul Lailiyyah (18) asal Celepat tunggak RT 03/05 Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan.

BACA JUGA:   Temanggung Targetkan PBB 2024 Capai Rp26 Miliar

Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono menjelaskan kejadian itu bermula kedua santriwati tersebut hendak pulang ke desanya saat libur setelah menuntut ilmu di Ponpes
Manbaul A’laa Purwodadi.

Naasnya saat melintas jembatan kecil, keduanya berjalan kaki di Desa Karanganyar arah Desa Kedungrejo yang sedang dilanda banjir, keduanya terseret arus yang cukup deras.

Menurut Budiono, keduanya sempat diperingatkan warga setempat yang melihat mereka berjalan di jalan desa yang tertutup air tersebut.

Sayangnya, peringatan tersebut tak digubris oleh mereka dan tetap berjalan di jalanan desa yang sudah tertutup air, dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga 150 sentimeter.

BACA JUGA:   PSI Jateng Yakin Ketum Kaesang Mampu Rebut Suara Anak Muda di Pemilu 2024

“Mereka hanyut diterjang arus banjir saat melintasi jembatan desa yang tinggi banjirnya diperkirakan sepinggang kedua korban,” ungkap Budiono saat dikonfirmasi, Senin (18/3/2024).

Masyarakat melihat keduanya terseret arus, kemudian dilaporkan ke Basarnas Semarang. Menindaklanjuti hal itu, pihaknya menerjunkan satu Tim SAR dari Pos SAR Jepara untuk
melakukan operasi SAR bersama Tim SAR gabungan lainnya.

Setelah tiga hari pencarian akhirnya pada hari ini, Senin (18/3/24), Tim SAR gabungan berhasil menemukan kedua santri ditemukan di lokasi yang berbeda.

BACA JUGA:   Persoalan Banjir di Jateng Belum Tuntas, Kementerian PUPR Optimalkan Infrastruktur Air

Korban pertama ditemukan di persawahan pada pukul 06.30 WIB, sedangkan korban kedua pukul 07.30 WIB mengambang di sungai desa.

“Korban pertama yang ditemukan atas nama Shofiyatul Lailiyyah sekitar 500 meter dari LKP. Dan satu jam kemudian ditemukan lagi korban terakhir atas nama Nurul Fajriyah, ditemukan 1,5 km dari LKP. Keduanya dibawa ke RSUD Raden Soejadti Purwodadi,” jelasnya.

Share this Article
Leave a comment