Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Dua Jam Jadi Tujuh Jam, Kisah Safira Terjebak Banjir di Jalur KA Pekalongan
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Berita

Dua Jam Jadi Tujuh Jam, Kisah Safira Terjebak Banjir di Jalur KA Pekalongan

By Dickri Tifani
Minggu, 18 Jan 2026
Share
4 Min Read
Seorang penumpang kereta api Kamandaka, menikmati perjalanan kereta api yang terlambat imbas banjir di Pekalongan. (Foto: Dickri Tifani Badi/INDORAYA)
SHARE

INDORAYA – Banjir yang merendam petak jalur antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi di KM 88+6/7 berdampak langsung pada operasional kereta api di wilayah KAI Daop 4 Semarang. Sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan signifikan, bahkan pembatalan, akibat kondisi lintasan yang belum sepenuhnya aman.

Situasi tersebut memicu lonjakan aktivitas di sejumlah stasiun, termasuk Stasiun Poncol Semarang. Area layanan pelanggan dipadati penumpang yang ingin memastikan kelanjutan perjalanan mereka serta menanyakan perkembangan kondisi banjir di Pekalongan.

Salah satu penumpang yang terdampak adalah Safira Nurulita, warga Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Ia bersama suaminya berencana menuju Brebes menggunakan Kereta Api Kaligung 219 relasi Semarang Poncol–Tegal, dengan jadwal keberangkatan Sabtu (17/1/2026) pukul 14.45 WIB.

Safira mengungkapkan, sebelum tiba di stasiun, ia telah memperoleh informasi mengenai banjir yang merendam jalur rel di Pekalongan.

Setibanya di Stasiun Poncol, ia dan suaminya sempat mempertimbangkan kemungkinan pembatalan perjalanan dan beralih ke moda transportasi lain, seperti travel, agar tetap bisa melanjutkan agenda keluarga mereka.

Keduanya kemudian mendatangi layanan customer service untuk mencari kepastian. Petugas memberikan beberapa opsi kepada penumpang, mulai dari pengembalian dana penuh hingga pengalihan perjalanan menggunakan kereta api lain dengan jadwal yang belum dapat dipastikan.

Menjelang waktu keberangkatan, petugas menyampaikan bahwa penumpang KA Kaligung dialihkan menggunakan Kereta Api Kamandaka.

“Saat itu kondisi stasiun cukup padat karena banyak penumpang mendatangi customer service untuk menanyakan informasi keberangkatan. Pelayanan customer service sangat cepat. Penumpang Kereta Api Kaligung yang ingin melanjutkan perjalanan langsung dialihkan ke Kereta Api Kamandaka, sedangkan bagi yang memilih tidak melanjutkan perjalanan, KAI menawarkan refund 100 persen,” ujar Safira kepada wartawan Indoraya.News, Sabtu malam.

Safira dan suaminya memilih turun di Stasiun Tegal karena jarak ke Brebes relatif dekat. Dalam kondisi normal, perjalanan Semarang–Tegal biasanya ditempuh sekitar dua jam. Namun kali ini, waktu tempuh membengkak drastis akibat gangguan di jalur Pekalongan.

“Kami baru sampai di Stasiun Tegal sekitar pukul 22.30 WIB. Total perjalanan jadi sekitar tujuh jam 30 menit,” jelasnya.

Ia mengaku sempat merasa lelah dan jenuh karena perjalanan berlangsung jauh lebih lama dari perkiraan. Selain keterlambatan, kereta yang ditumpanginya beberapa kali berhenti di sejumlah stasiun, seperti Stasiun Krengseng, Batang, dan Pekalongan.

Waktu berhenti terlama terjadi di Stasiun Batang dan Pekalongan karena kereta harus bergantian melintas akibat genangan banjir. Selain itu, kecepatan kereta di petak jalur tersebut dibatasi hingga 10 kilometer per jam demi menjaga keselamatan perjalanan.

“Terkadang saya ke gerbong restorasi untuk memesan makanan dan minuman. Saat kereta berhenti lama, saya juga sempat turun untuk menghirup udara luar agar tidak bosan,” tuturnya.

Safira mengakui sempat merasa tidak sabar karena memilih kereta api dengan harapan bisa tiba lebih cepat. Namun kondisi di lapangan membuat perjalanan harus melambat dan beberapa kali berhenti.

“Semua itu demi keselamatan penumpang. Ya mau bagaimana lagi, yang penting kami selamat sampai tujuan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, banjir di petak jalur antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi kembali meluap sejak Sabtu (17/1) pukul 21.59 WIB. Pada Minggu (18/1), genangan air terpantau setinggi sekitar +10,2 sentimeter di jalur hulu dan +13,2 sentimeter di jalur hilir di atas kepala rel. Meski demikian, tren genangan air mulai menunjukkan penurunan sejak pukul 05.35 WIB.

TAGGED:Banjir PekalonganPembatalan jadwal Kereta
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gojek Gandeng Dinkes Semarang, Latih Driver Siap Tanggap Darurat di Jalan Minggu, 08 Feb 2026
  • Pemilu 2029 Masih Jauh, Bawaslu–DPRD Semarang Pasang Kuda-Kuda Cegah Pelanggaran Minggu, 08 Feb 2026
  • Jadi Ahli di Singapura hingga AS, Ini Rekam Jejak James Purba sebagai Ahli Kepailitan Minggu, 08 Feb 2026
  • Perkuat Rantai Pasok Ekonomi Lokal, Heri Pudyatmoko Ajak Kolaborasi Semua Pihak Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko: Perlindungan Perempuan dan Anak di Jawa Tengah Harus Lebih Terintegrasi Minggu, 08 Feb 2026
  • Cegah Kekerasan, Wagub Jateng Minta Fungsi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dioptimakan Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Ingatkan Pentingnya Indikator Kesejahteraan Non-Angka Makro Minggu, 08 Feb 2026

Berita Lainnya

Berita

Jadi Ahli di Singapura hingga AS, Ini Rekam Jejak James Purba sebagai Ahli Kepailitan

Minggu, 08 Feb 2026
Berita

Lawyer Senior Kepailitan James Purba Lulus Doktor, Soroti Kelemahan Regulasi PKPU

Minggu, 08 Feb 2026
Ekonomi

Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun

Sabtu, 07 Feb 2026
Hukum Kriminal

Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas

Sabtu, 07 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?