Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: DPR RI Soroti Isu Pembalakan Hutan Liar Usai Banjir Sumatera, Bakal Panggil Kemenhut
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Nasional

DPR RI Soroti Isu Pembalakan Hutan Liar Usai Banjir Sumatera, Bakal Panggil Kemenhut

By Dickri Tifani
Senin, 01 Des 2025
Share
5 Min Read
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari. (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, menyoroti bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Publik menduga bencana di sejumlah wilayah Sumatera tersebut berkaitan dengan praktik illegal logging atau pembalakan liar. Kecurigaan ini menguat setelah berbagai unggahan di media sosial memperlihatkan tumpukan kayu gelondongan yang ikut hanyut terbawa arus banjir di beberapa titik.

Oleh sebab itu, Abdul menyampaikan bahwa Komisi IV DPR RI akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mengundang Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan meminta keterangan terkait isu tersebut.

Rencananya, kementerian terkait akan hadir di Kompleks Parlemen Senayan pada Kamis (4/12/2025) untuk membahas penyebab bencana dan kondisi kerusakan lingkungan di Sumatera.

Menurutnya, Komisi IV DPR RI akan meminta penjelasan rinci mengenai sejauh mana praktik illegal logging terjadi hingga memicu kerusakan lingkungan yang diduga menjadi salah satu penyebab meluasnya banjir.

“Hari Kamis kita panggil RDP dari Kemenhut. Kalau tidak ada illegal logging, mestinya arus banjir hanya membawa lumpur. Kenyataannya, yang terbawa justru kayu-kayu besar,” kata Abdul saat ditemui Indoraya.news di Stasiun Semarang Tawang, Minggu (30/11/2025) siang.

Politisi PKS itu juga mendesak Kementerian Kehutanan dan aparat kepolisian untuk turun lebih serius dalam melakukan investigasi menyeluruh, baik terkait penyebab banjir dan longsor maupun indikasi pembalakan liar yang memperparah kerusakan lingkungan di kawasan terdampak.

“Korban banjir tidak bisa lagi dihindari jika praktik illegal logging terus terjadi. Ini harus diselidiki,” tegas Abdul Kharis.

Pihaknya juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah tegas menghentikan kegiatan pembalakan hutan yang merusak ekosistem.

“Pak Prabowo dengan segala ketegasannya harus segera menyelesaikan persoalan illegal logging atau pembalakan hutan,” pungkasnya.

DPR RI Soroti Isu Pembalakan Liar Usai Banjir Sumatera, Kemenhut Bakal Dipanggil

INDORAYA – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, menyoroti bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Publik menduga bencana di sejumlah wilayah Sumatera tersebut berkaitan dengan praktik illegal logging atau pembalakan liar. Kecurigaan ini menguat setelah berbagai unggahan di media sosial memperlihatkan tumpukan kayu gelondongan yang ikut hanyut terbawa arus banjir di beberapa titik.

Oleh sebab itu, Abdul menyampaikan bahwa Komisi IV DPR RI akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mengundang Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan meminta keterangan terkait isu tersebut.

Rencananya, kementerian terkait akan hadir di Kompleks Parlemen Senayan pada Kamis (4/12/2025) untuk membahas penyebab bencana dan kondisi kerusakan lingkungan di Sumatera.

Menurutnya, Komisi IV DPR RI akan meminta penjelasan rinci mengenai sejauh mana praktik illegal logging terjadi hingga memicu kerusakan lingkungan yang diduga menjadi salah satu penyebab meluasnya banjir.

“Hari Kamis kita panggil RDP dari Kemenhut. Kalau tidak ada illegal logging, mestinya arus banjir hanya membawa lumpur. Kenyataannya, yang terbawa justru kayu-kayu besar,” kata Abdul saat ditemui Indoraya.news di Stasiun Semarang Tawang, Minggu (30/11/2025) siang.

Politisi PKS itu juga mendesak Kementerian Kehutanan dan aparat kepolisian untuk turun lebih serius dalam melakukan investigasi menyeluruh, baik terkait penyebab banjir dan longsor maupun indikasi pembalakan liar yang memperparah kerusakan lingkungan di kawasan terdampak.

“Korban banjir tidak bisa lagi dihindari jika praktik illegal logging terus terjadi. Ini harus diselidiki,” tegas Abdul Kharis.

Pihaknya juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah tegas menghentikan kegiatan pembalakan hutan yang merusak ekosistem.

“Pak Prabowo dengan segala ketegasannya harus segera menyelesaikan persoalan illegal logging atau pembalakan hutan,” pungkasnya.

Badan SAR Nasional (Basarnas) mencatat, korban meninggal akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh kini mencapai 447 orang. Selain itu, 399 orang lainnya yang berasal dari tiga provinsi tersebut masih dinyatakan hilang.

Berdasarkan data, total korban yang terdampak bencana banjir, banjir bandang, dan longsor di tiga provinsi itu sebanyak 33.620 orang, dengan 33.173 di antaranya sudah berhasil dievakuasi

Rinciannya, di Aceh, 1.146 orang terdampak, dengan 102 meninggal dan 116 masih hilang. Di Sumatra Utara, 3.029 orang terdampak, dengan 217 orang meninggal dan 168 masih hilang. Sementara di Sumatra Barat, 29.445 orang terdampak, 128 orang meninggal, dan 115 masih hilang.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Nasional

Mendag Budi Sita Pakaian Bekas Impor Rp248 Miliar, Pemerintah Perketat Peredaran Barang Ilegal

Kamis, 05 Feb 2026
Nasional

Komdigi Buka Suara Soal Dugaan Kebocoran Data Pelamar Kerja, Proses Internal Dilakukan

Rabu, 04 Feb 2026
Nasional

Menteri Imipas Agus Andrianto Targetkan Pembangunan 33 Lapas dan Rutan Baru pada 2026

Rabu, 04 Feb 2026
Nasional

Wamensos: Santunan Korban Meninggal Bencana Sumatera Rp15 Juta, Luka Berat Rp5 Juta

Selasa, 03 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?