Ad imageAd image

Dorong Pemenuhan Gizi Anak dan Ibu Hamil, Heri Pudyatmoko: Jateng 2024 Harus Zero Stunting

Panji Bumiputera
By Panji Bumiputera 922 Views
2 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko

INDORAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menekankan bahwa perwujudan program zero stunting ialah tanggung jawab bersama. Ia juga mengatakan jika pemberantasan stunting menjadi kunci investasi masa depan.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting di Jawa Tengah berada di angka 20,9 persen. Jumlah ini terhitung turun jika dibandingkan dengan data prevalensi stunting Jateng pada tahun 2019, yakni 27,68 persen.

Menurut Heri, upaya zero stunting harus terintegrasi dengan semua elemen masyarakat dan pemerintah. Khususnya guna mempercepat tercapainya target program.

BACA JUGA:   Wakil Ketua DPRD Minta Tembakau Temanggung Dikembangkan

“Ini (red: program zero stunting) adalah cita-cita bersama, jadi semua pihak harus bergerak,” tegasnya.

“Program zero stunting bukanlah program pragmatis, tapi bentuk investasi masa depan kemajuan SDM bangsa,” imbuhnya.

Heri menuturkan, persoalan stunting harus terselesaikan dengan cepat, sehingga tidak menimbulkan efek domino bagi persoalan lainnya.

“Semakin ditunda, semakin beresiko pada persoalan lain. Mulai dari pendidikan, kesehatan, kesejahteraan maupun kemajuan,” ungkapnya.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk memitigasi stunting, lanjut Heri, ialah dengan menggencarkan pemenuhan kecukupan gizi dan protein, pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi ibu hamil dan anak, serta menstimulasi tumbuh kembang anak.

BACA JUGA:   Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Penyelenggara Pemilu Tingkatkan Pendidikan Politik Generasi Muda

“Upaya-upaya tersebut harus terintegrasi dengan baik oleh pemerintah dengan masyarakat yang ada di lapangan,” katanya.

“Sehingga program dapat tersampaikan dengan baik dan tidak ada kesenjangan dalam implementasinya di masyarakat,” lanjutnya.

Dalam hal ini, Heri mengungkapkan bahwa urusan penuntasan stunting merupakan persoalan serius dan tidak bisa disepelakan.

“Ini menyangkut masa depan bangsa, dan kita tidak bisa main-main dengan itu. Baik sistem yang mengatir maupun implementasi di lapangan,” pungkasnya. [Adv-Indoraya]

Share this Article
Leave a comment