INDORAYA – Penunjukan Dolfie Othniel Frederic Palit sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah (Jateng) dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga kekompakan dan mencegah potensi perpecahan di internal partai.
Peneliti dan pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Bangkit Aditya Wiryawan menilai, PDIP Jateng membutuhkan figur pemimpin yang mampu menyatukan berbagai kepentingan kader di tengah dinamika politik yang terus berkembang.
“Intinya, penunjukan Dolfie ini untuk menjawab kebutuhan konsolidasi internal agar tidak muncul friksi atau perpecahan,” ujar Bangkit saat dikonfirmasi Indoraya.news, Senin (29/12/2025).
Menurutnya, dinamika di tubuh partai politik merupakan hal yang wajar, terutama menjelang agenda politik besar ke depan, seperti Pemilu 2029. Dalam situasi ini, partai perlu mengambil langkah cepat dengan menunjuk sosok pemersatu.
“Kalau tidak ada figur yang bisa mengakomodasi kepentingan, potensi konflik bisa muncul. Ini yang ingin dicegah,” jelas Bangkit.
Dia menambahkan, kepemimpinan Dolfie dinilai berupaya merangkul berbagai kelompok di internal PDIP Jawa Tengah, mulai dari kader muda, keterwakilan perempuan, hingga representasi dari berbagai daerah.
“Penunjukan Dolfie bisa dilihat sebagai jalan tengah. Semua kepentingan diakomodasi agar partai tetap solid,” kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip itu.
Menurut dia, soliditas internal menjadi modal penting agar PDIP dapat fokus pada kerja-kerja organisasi serta persiapan menghadapi agenda politik mendatang tanpa terbebani konflik internal.
“Kalau internalnya rapi dan kompak, partai bisa bekerja lebih maksimal,” imbuh Bangkit.
Dalam situasi politik yang terus berubah, Bangkit menegaskan bahwa persatuan internal partai menjadi kunci utama menjaga kekuatan organisasi.
“Penunjukan ini menunjukkan PDIP ingin menjaga persatuan dan memastikan organisasi tetap kuat,” pungkasnya.


