Ad imageAd image

Disporapar Jateng Ungkap Masih Ada Desa Wisata Belum Terjangkau Internet

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 894 Views
3 Min Read
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Agung Hariyadi. (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berencana memberikan bantuan saluran internet secara gratis kepada sebanyak 599 desa wisata pada tahun 2024. Meski begitu masih ada desa wisata yang belum terjangkau internet.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng Agung Hariyadi mengatakan, sejumlah desa wisata yang belum terjangkau internet. Sebagian besar desa di wilayah pelosok yang susah diakses.

Dia menyebut sejumlah desa wisata yang belum terjangkau jaringan internet tersebut di antaranya wilayah Pekalongan, Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen, dan Purworejo.

“Terutama di wisata-wisata alam kaya di Pekalongan di Petung Kriyono belum mampu dijangkau jaringan internet. Faktornya perlu perangkat dan infrastruktur yang memadai. Kemudian di daerah pegunungan Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen dan Purworejo juga ada yang sulit singal,” kata Agung, belum lama ini.

BACA JUGA:   Alasan Partai Buruh Tegas Tak Dukung Anies-Muhaimin Pilpres 2024

Dengan ini, pihaknya menyambut positif program bantuan saluran internet gratis dari Dinas komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tersebut. Program ini dianggap bakal menyisahkan sedikit desa wisata yang belum terjangkau internet.

Adapun desa yang belum terjangkau jaringan internet harus dimulai dengan penarikan infrastruktur ke sejumlah objek wisata. Tujuanya tidak lain untuk mengikis objek wisata yang sampai saat ini masih belum terjangkau internet.

“Memang, dari program ini masih menyisahkan beberapa daerah yang belum terjangkau internet. Maka, harus menambahkan infrastruktur agar bisa sampai ke objek,” ungkap Agung.

BACA JUGA:   PGRI Jateng Sebut Ganjar Tergesa-gesa Copot Kepala SMK N 1 Sale Rembang Gegara Kasus Pungli

Dia menjelaskan, mayoritas desa wisata yang belum ada internet karena berada di daerah pedesaan sehingga sebagian besar jauh dari jangkauan internet. Dengan program internet desa diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai wahana promosi potensi desa wisata.

Tidak hanya itu, konektifitas komunikasi dengan internet di desa wisata juga masih membutuhkan koneksi transportasi hingga infratsruktur jalan. Maka sangat diperlukan adnaya upaya bersama untuk memenuhi aspek asesbilitas.

“Maka dengan ada dukungan dari Diskominfo memberikan bantuan internet di desa dimana untuk pengembangan desa wisata sehingga untuk mewujudkan eco turism,” kata Agung.

BACA JUGA:   Gelar Diseminasi Hasil Riset, BKPerdag Komitmen Perkuat Pasar Dalam Negeri

“Shingga bisa untuk memblow up potensi desa wisata di Jawa Tengah. Sehingga lebih di kenal dan ini akan menjadi target kunjungan pada wisata wisata kepeminatan khusus dari pada mass tourism (wisata massal),” imbuh dia.

Diketahui Pemprov Jateng bakal memberi bantuan saluran internet gratis untuk 599 desa. Bantuan yang diberikan melalui program Internet Desa Tahun 2024 itu merupakan implementasi pemerintah pusat terkait percepatan transformsi digital dalam rangka meningkatkan komunikasi pengembangan pariwisata dan perekonomian di Indonesia.

Share this Article
Leave a comment