Ad imageAd image

Disperindag Jateng Klaim Harga Bahan Pokok di Jawa Tengah Masih Terkendali

Kartika Ayu
By Kartika Ayu 2 Views
3 Min Read
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng, Arif Sambodo saat ditemui di kantornya.

INDORAYA – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng, Arif Sambodo mengklaim bahwa untuk harga bahan pokok (bapok) di Jawa Tengah masih aman dan terkendali.

Meski demikian, pihaknya mendapat instruksi dari Kementerian Perdagangan untuk sedikit menaikan beberapa harga bahan pokok yang tidak sesuai dengan harga acuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi.

“Secara umum harga bahan pokok di Jawa Tengah relatif terkendali. Beras terkendali, untuk gula naik sedikit karena dari Kementrian untuk yang tidak sesuai dari harga acuan, gak masalah karena produksinya di bulan Mei. Tapi sudah ada gula import yang masuk selagi nunggu produksi sekarang berkisar harga Rp 14 sampai 15 ribu perkilogram,” ujarnya saat ditemui di Kantornya, Kamis (31/3/2022).

Akan tetapi, meski sudah agak sedikit dinaikan, dari laporan terakhir yang ia terima untuk harga bapok kelompok cenderung mengalami penurunan. Sedangkan untuk harga daging sapi di Jawa Tengah juga relatif stabil di harga Rp 124 ribu.

“Kemudian lombok, laporan terakhir kecenderungan turun kemudian telur dan daging ayam ras itu relatif. Daging ayam ras itu Rp 34,5 ribu masih di bawah harga acuan kalau telur Rp 25 ribu sedikit di atas harga acuan rata-rata Rp 24 ribu,” terangnya.

“Karena memang permintaan untuk daging sapi menjelang lebaran tidak terlalu tinggi dibandingkan di akhir tahun yang mengalami kenaikan,” tambahnya.

Sedangkan untuk minyak goreng, Arif mengakui bahwa memang ada kenaikan harga yang cukup signifikan dibandingkan dengan harga sebelum Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.11 Tahun 2022 Tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Curah.

“Di bulan-bulan Februari (sebelum Permendag No.11 2022) yang semula patokannya Rp 14 ribu atau HET (Harga Eceran Tertinggi), sekarang minyak goreng kemasan dilepas mekanisme pasar harganya bergerak antara Rp 24 sampai 25 ribu per liter,” jelasnya.

“Artinya memang ada kenaikan karena menyesuaikan mekanisme pasar, namun untuk stok minyak goreng melimpah dan bisa di cek di pasar-pasar modern maupun tradisional,” katanya.

Arif mengatakan, saat ini pihaknya bekerja sama dengan Satgas Pangan Polda Jateng sedang memfokuskan dalam pengawasan dan menjaga untuk ketersediaan minyak curah yang di HET kan.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Imam Teguh Purnomo meminta kepada Pemerintah Provinsi Jateng untuk bisa turun secara langsung ke pasar untuk memantau harga bahan pokok menjelang bulan puasa.

“Kaitan Ramadan kami berharap kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk turun ke bawah memeriksa dan memantau harga terutama ke pasar,” katanya.

Anggota Fraksi Partai Golkar tersebut menilai, ketersediaan bahan pokok menjelang puasa ini sangat dibutuhkan masyarakat. Sehingga sangat penting pihak pemprov bisa mengecek secara langsung. (IR)

Share this Article