INDORAYA – Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) terus memperkuat peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tahun 2025, Dinperinaker Temanggung mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 juta untuk pelaksanaan program pelatihan keterampilan berbasis kompetensi dan produktivitas.
Anggaran tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan akan digunakan untuk menjalankan enam paket pelatihan keterampilan. Program ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus membuka peluang usaha mandiri bagi masyarakat Temanggung.
Kepala Dinperinaker Kabupaten Temanggung, Sri Endang Praptiningsih, menyampaikan bahwa enam paket pelatihan yang akan dilaksanakan meliputi keterampilan las, kuliner, sablon, servis kendaraan bermotor, mebeler, serta pertanian hidroponik.
“Pelatihan pertanian hidroponik ini untuk mendukung visi dan misi Bupati Temanggung,” katanya, di Temanggung, Minggu (19/01/2025).
Sri Endang menjelaskan, alokasi anggaran pelatihan tahun ini mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu anggaran pelatihan mencapai Rp600 juta, pada tahun ini hanya tersedia Rp300 juta.
“Anggaran ini berkurang karena sebagian DBHCHT tahun ini digunakan untuk pembangunan pagar keliling di lokasi pabrik rokok bersama UMKM,” katanya.
Dengan keterbatasan anggaran tersebut, Dinperinaker Temanggung tetap memprioritaskan enam paket pelatihan utama. Sementara itu, empat jenis pelatihan lainnya belum dapat dilaksanakan, yakni pelatihan kecantikan, menjahit, barista, serta pelatihan bahasa bagi pemandu wisata.
Meski demikian, dukungan pengembangan kompetensi tenaga kerja tetap berlanjut melalui pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pada tahun ini, Dinperinaker Temanggung memperoleh tambahan lima paket pelatihan keterampilan dari APBN dengan total anggaran sebesar Rp392 juta. Program tersebut mencakup pelatihan menjahit pakaian dewasa, perkantoran, las, servis sepeda motor, serta pembuatan roti dan kue.


