Ad imageAd image

Direktur PT SMIP Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Impor Gula

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 909 Views
2 Min Read
Direktur PT SMIP Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Impor Gula. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Direktur PT SMIP sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan importasi gula PT SMIP pada 2020-2023.

“Menetapkan satu orang tersangka, yaitu RD selaku Direktur PT SMIP,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangannya, Sabtu (30/3/2024).

Ketut mengatakan RD sempat mangkir beberapa kali dari panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan. Karenanya, pada tim penyidik pun pergi ke Kota Pekanbaru untuk menjemput RD pada Kamis (28/3) lalu.

BACA JUGA:   Usai Ditetapkan Jadi Tersangka, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Langsung Ditahan

Tim penyidik lantas melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap dua saksi, yakni RD dan YD di Kantor Kejagung.

Setelah itu, tim penyidik mendapatkan alat bukti yang cukup untuk menetapkan RD sebagai tersangka.

“Tersangka RD selaku Direktur PT SMIP pada tahun 2021 telah memanipulasi data importasi gula kristal mentah dengan memasukkan gula kristal putih, namun dilakukan penggantian karung kemasan seolah-olah telah melakukan importasi gula kristal mentah untuk kemudian dijual pada pasar dalam negeri,” jelas Ketut.

Ketut menjelaskan perbuatan RD bertentangan dengan Peraturan Menteri Perdagangan juncto Peraturan Menteri Perindustrian dan Peraturan Perundang-undangan lainnya, sehingga ditemukan adanya kerugian keuangan negara dalam kegiatan importasi gula yang dilakukan oleh PT SMIP.

BACA JUGA:   Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Jadi Tersangka Ekspor Minyak Goreng

Pasal yang disangkakan kepada RD adalah Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Lebih lanjut, Ketut mengatakan RD ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejagung selama 20 hari ke depan, terhitung dari 29 Maret 2024-17 April 2024.

BACA JUGA:   Kejagung Panggil Airlangga Hartarto Terkait Kasus CPO
Share this Article
Leave a comment