INDORAYA – Sebanyak 9 juta wisatawan diprediksi akan melakukan kunjungan wisata ke berbagai destinasi di Jawa Tengah (Jateng) pada masa libur Hari Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru).
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disporapar Jateng, Purwanto menyebut bahwa pada Nataru kali ini, pengelola wisata di Jateng bakal panen raya karena jumlah wisatawan yang diprediksi akan berwisata.
Hal ini disebabkan oleh kondisi yang sudah mulai normal pasca pandemi covid-19. Kini kebijakan pembatasan di tempat wisata pun mengalami kelonggaran daripada tahun-tahun sebelumnya.
“Para pelaku pariwisata bisa panen raya karena dua tahun lalu puasa begitu ya. Kondisi sudah normal dan mudah-mudahan wisatawan berbondong-bondong untuk wisata. Karena kita juga galakkan wisata dalam negeri ” ujarnya kepada Indoraya lewat panggilan WhatsApp.
Disporapar memprediksi bahwa pada Nataru tahun ini Jateng akan mengalami kenaikan jumlah wisatawan sekitar sampai 5 jutaan. Adapun tahun lalu jumlah wisatawan saat libur Nataru mencapai 4 jutaan.
“Kurang lebih antara 8 sampai 9 juta ya untuk Desember ini dua minggu ini dalam kurun waktu sampai libur Nataru. Karena tahun kemarin sudah mencapai angka 4 jutaan, ini berani lah tahun 2022 ini bisa sampai 8 sampai 9 juta,” ungkap Purwanto.
Ia melanjutkan, dengan banyaknya jumlah wisatawan yang akan berlibur di Jateng diharapkan dapat menjadikan ladang penghasilan bagi masyarakat setempat.
“Kemudian masyarakat para pengusaha, baik kafe, resto, maupun UMKM-UMKM ikut merasakan dampak liburan yang nikmat begitu imbas dari wisata,” lanjutnya.
Ia mengatakan bahwa pariwisata menjadi salah satu sektor penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi. Namun saat disinggung terkait berapa PAD yang didapatkan dari pariwisata, Purwanto mengaku data terbaru masih menunggu data dari masing-masing kabupaten/kota.
“Tapi cukup tinggi (PAD dari sektor wisata). Karena sudah bergeliat, mulai ini libur lebaran kemarin (sektor pariwisata Jateng) sudah mulai nampak tumbuh dan bergeliat,” terangnya.
Purwanto menyebutkan beberapa objek wisata di Jateng yang akan diminati banyak pengunjung. Di antaranya gunung, pantai, candi, air terjun, maupun objek wisata alam lainnya.
“Objek wisata yang diminati saat Nataru nanti pertama pantai, kedua gunung. Kalau gunung ada Gunung Merbabu, Sindoro, Sumbing, termasuk Lawu dan Slamet,” ujarnya.
Selain itu, Purwanto juga menyebut beberapa daerah andalan di Jateng yang memiliki objek wisata alam dengan ruang terbuka yang akan ramai dikunjungi wisatawan pada saat Nataru.
“Kalau objek yang terbuka ya ada di Tawangmangu, kemudian Gedung Songo dan Bandungan sekitarnya. Kemudian Baturaden Banyumas sana, kemudian pantai-pantai dan kemudian Guci Tegal,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Disporapar Jateng sudah berkoordinasi dengan kabupaten/kota terkait kesiapan seluruh objek wisata di masing-masing daerah. Ia mengatakan, objek wisata sudah siap menyambut wisatawan.
“Kita sudah rapat koordinasi terkait kelancaran dalam menyambut wisatawan. Kami siapkan objek-objek wisata, objek alam dan yang buatan insyaallah siap,” ungkapnya.
Selain itu, saat Nataru nanti objek wisata di Jateng juga akan menerapkan protokol kesehatan. Disporapar Jateng mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di setiap objek wisata.
“Yang terpenting sehat semua dan tetap bahagia. Ini udah normal semoga wisatawannya bisa berbondong-bondong untuk wisata, karena kta juga galakkan wisata dalam negeri,” ungkap Purwanto.


