Ad imageAd image

Dipanggil KASN Soal Netralitas di Pilkada Semarang, Ade Bhakti: Semoga Tidak Ada Kepentingan Politik

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 736 Views
3 Min Read
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan mempertanyakan surat panggilan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait dugaan melanggar netralitas menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Ade Bhakti ialah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sebelumnya menyatakan siap maju sebagai calon wali kota Semarang di Pilkada 2024. Dia dijadwalkan memberikan klarifikasi pada Jumat (12/7/2024) besok melalui Zoom Meeting.

Saat dimintai keterangan, mantan Camat Gajahmungkur yang sempat viral di media sosial itu berharap pemanggilan KASN ini tidak mengandung unsur politik yang dapat menyandung langkahnya dalam kontestasi Pilwakot Semarang.

“(Apakah) ada unsur politik saya tidak tahu, tapi saya posting di sosmed (klarifikasi), semoga tidak ada kepentingan politik,” katanya saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di salah satu rumah makan di Semarang, Kamis (11/7/2024).

Dia berkata, dirinya sudah menerima surat dari KASN pada Rabu (10/7/2024) untuk memberikan klarifikasi terkait kode etik. Namun dia sendiri mempertanyakan kode etik seperti apa yang dimaksud.

Dia berharap hal ini tidak menghalangi haknya sebagai warga negara untuk maju dan mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah. Terlepas statusnya sebagai ASN yang harus menjaga netralitas.

“Kode etik yang seperti apa, itu mustinya harus diperjelas. Jangan sampai dalam tanda kutip jadi pasal karet untuk menghalangi hak warga negara meskipun sebagai ASN untuk mengikuti kontestasi politik,” beber Ade Bhakti.

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh tim internalnya, dia merasa masih berpedoman pada aturan yang berlaku. Sejauh yang dia pahami, waktu pengunduran diri sebagai ASN ialah pada saat ditetapkan sebagai calon oleh KPU.

“Saya sudah membuka literatur dan tim sudah membuat kajian intinya lebih ke mengundurkan diri ketika ditetapkan sebagai calon. Jadi saya berpegang aturan itu,” ungkap Ade Bhakti.

Meski begitu, pihaknya siap memberikan keterangan kepada KASN. Jika nantinya dia dianggap bersalah dan melanggar, dia siap menerima sanksi.

“Ibarat main bola, misal kita melanggar terus dapat kartu kuning, ya kita terima kartu kuning, misal dapat kartu merah ya kita terima,” ujar Ade Bhakti.

“Tapi pelanggaran dimana, pasalnya harus jelas. Jangan sampai hal seperti ini digunakan untuk kepentingan tertentu,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya KASN memanggil dua ASN Pemkot Semarang yang akan berkontestasi dalam Pilkada 2024. Kedua ASN itu yakni Iswar Aminuddin dan Ade Bhakti Ariawan. Ini tertuang dalam surat undangan KASN bernomor UND-295/NK.01.00/07/2024.

Share this Article