Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Dinkes Semarang Tegaskan Superflu Tak Berbahaya: Sama dengan Flu Biasa
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Kesehatan

Dinkes Semarang Tegaskan Superflu Tak Berbahaya: Sama dengan Flu Biasa

By Redaksi Indoraya
Rabu, 07 Jan 2026
3 Views
Share
3 Min Read
Ilustrasi flu. (Foto: istimewa)
SHARE

INDORAYA – Dinas Kesehatan Kota Semarang menegaskan bahwa virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai superflu tidak berbeda secara signifikan dari flu pada umumnya. Masyarakat diminta tidak panik menyikapi informasi yang beredar, namun tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penularan.

Kepala Dinkes Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan superflu merupakan bagian dari virus influenza tipe A, dengan perbedaan pada subclade yang memiliki tingkat penyebaran lebih cepat, tetapi tidak diikuti peningkatan tingkat keparahan penyakit.

“Jadi, ini virus influenza tipe A, cuma virus yang subclade K ini penyebarannya lebih cepat. Tapi, apakah kemudian ‘mortality’-nya tinggi, kemudian angka rawat inapnya tinggi, ternyata tidak,” katanya di Semarang, Selasa (6/1/2025).

Menurut Hakam, gejala yang ditimbulkan superflu sama seperti flu biasa, antara lain batuk dan pilek. Penanganannya pun serupa, dengan mengutamakan istirahat dan asupan makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Kalau misalnya demam, ya, tambah (obat) buat demam. Kalau belum sembuh silakan pergi ke puskesmas, ke klinik ataupun ke rumah sakit jika diperlukan penanganan lebih lanjut,” katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan kasus superflu di Kota Semarang. Hasil pemeriksaan sampel yang dikirim ke laboratorium tingkat nasional juga belum menunjukkan adanya virus influenza subclade K.

“Kan sebetulnya (superflu) diketahui sejak bulan Agustus tahun lalu. Sampai sampai dengan hari ini, beberapa sampel yang sudah kami bawa ke laboratorium di tingkat nasional tidak ada yang ke subclade K,” katanya.

Hakam menekankan bahwa kondisi kebugaran tubuh sangat memengaruhi risiko penularan virus. Saat imunitas menurun, tubuh lebih rentan terserang penyakit, termasuk influenza.

“Maka ketika kita sudah mulai tenggorokan sakit. Kemudian, mulai flu, maka hentikan aktivitas, istirahat di rumah, ‘bed rest’. Makan yang segar, habis itu ‘me time’, misalnya nonton drakor, atau selawatan. Itu pasti meningkatkan imunitas,” katanya.

Ia juga mengimbau warga yang mengalami gejala flu untuk membatasi aktivitas, beristirahat cukup, serta menggunakan masker saat berinteraksi dengan orang lain.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa influenza A (H3N2) subclade K bukan virus baru dan telah lama ada seperti flu musiman lainnya.

“Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa. influenza H3N2,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa virus influenza bersifat berulang dan cenderung meningkat di negara empat musim saat musim dingin, sementara di Indonesia peningkatannya relatif rendah.

“Itu sebabnya di negara-negara tersebut ada vaksin influenza setiap tahun yang mereka suntikkan,” katanya.

Meski demikian, Budi mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dengan istirahat cukup dan rutin berolahraga guna menjaga imunitas tubuh.

TAGGED:Dinkes SemarangKepala Dinkes Kota Semarang Abdul HakamSuperflu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Tren Kantor Fleksibel Meningkat, Awannwork Tawarkan Ruang Premium hingga Rp436 Ribu per Meter Rabu, 11 Feb 2026
  • Dana TKD Dipangkas, Anggota DPD RI Ungkap Pengangkatan PPPK Bebani Pemerintah Daerah Rabu, 11 Feb 2026
  • Stok Bahan Pokok di Jateng Aman Jelang Labaran, Harga Tetap Stabil Rabu, 11 Feb 2026
  • Prihatin Nasib Guru Honorer, PGRI Jateng Kritik Pengangkatan 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK Rabu, 11 Feb 2026
  • Hampir 1 Bulan Hilang, Pendaki Bukit Mongkrang Gunung Lawu Ditemukan Meninggal Dunia Rabu, 11 Feb 2026
  • Hanyut di Sungai Sambong Batang, Nelayan Ditemukan Tewas Terapung di Tengah Laut Rabu, 11 Feb 2026
  • Nekat Kendarai Motor Saat Hujan Deras, Perempuan di Semarang Hanyut dan Hilang di Sungai Rabu, 11 Feb 2026

Berita Lainnya

Kesehatan

1,6 Juta Peserta PBI JK di Jateng Non Aktif, 17 Daerah Ini Bisa Reaktivasi Kartu Hanya dalam 1 Hari

Rabu, 11 Feb 2026
Kesehatan

1,6 Juta Peserta PBI JK di Jateng Dinonaktifkan, BPJS: 17 Ribu Sudah Reaktivasi

Rabu, 11 Feb 2026
Kesehatan

Hampir Setahun Program Dokter Spesialis Keliling Jateng Layani 88.979 Warga di Ratusan Desa

Selasa, 10 Feb 2026
Kesehatan

Menkes Budi Gunadi Sadikin Rayakan Rekor MURI Cek Kesehatan Gratis di 53 Perusahaan Semarang

Selasa, 10 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?