Ad imageAd image

Dinkes Catat DBD di Jateng Tembus 5.700 Kasus, 149 Orang Meninggal

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 911 Views
3 Min Read
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Irma Makiah. (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat, dari bulan Januari hingga April 2024, ada sebanyak 5.700 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jateng. Dari jumlah tersebut, 148 orang dilaporkan meninggal dunia.

Berdasarkan catatan Dinkes, kasus paling tinggi di Banyumas sebanyak 489, disusul Grobogan 441 kasus, Klaten 427 kasus. Kemudian Boyolali 343, Kendal 341, dan paling sedikit di Kota Tegal 4 kasus DBD.

“Minggu ini belum update, terakhir sampai April ada 5.700 kasus di Jateng. Kabupaten/kota yang agak tinggi kasusnya, ya Banyumas, Klaten (termasuk tinggi),” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jateng, Irma Makiah, saat dihubungi, Jumat (17/5/2024).

BACA JUGA:   BPBD Boyolali Salurkan 585 Tangki Air Bersih ke Daerah Kekeringan

Dia mengatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 148 orang dilaporkan meninggal akibat serangan DBD dan didominasi oleh anak-anak.

Adapun daerah dengan kasus kematian tertinggi berada di Klaten sebanyak 22 orang, Jepara 21, Kendal 17, Grobogan 13, dan Blora 9 orang.

Lebih lanjut memasuki pergantian musim, Dinkes Jateng meminta masyarakat waspada terhadap penyakit DBD. Kondisi cuaca yang tidak menentu akan membuat tubuh rawan terkena virus hingga menyebabkan sakit.

Terlebih kasus DBD di Jateng ini, kata Irma, didominasi oleh anak-anak berumur 5-14 tahun karena daya tahan tubuhnya lebih rentan dibanding orang dewasa.

BACA JUGA:   Tingkatkan Minat Baca Disabilitas Netra, BI Jateng Buka Pojok Braille

“Pancaroba kalau Jawa Tengah kita kewaspadaan demam berdarah. Kasusnya masih naik turun, kadang-kadang masih hujan panas, hujan panas seperti itu, kemudian flu, influenza, pneumonia (radang paru-paru) juga ISPA kasusnya juga naik,” ungkap Irma.

Atas hal ini, pihaknya mengimbau agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu juga dengan meningkatkan imunitas tubuh, jaga asupan makan, istirahat dan konsumsi cairan yang cukup.

Dinkes Jateng juga megimbau masyarakat rutin melakukan 3 M (menguras, menutup, mengubur) dengan pemberantasan sarang nyamuk. Orang tua juga diminta tidak lengah. Karena fase penyembuhan DBD berbeda dengan penyakit lainnya. Ketika pasien demamnya turun, itu justru masuk masa kristis.

BACA JUGA:   Kemenag Jateng: Pelunasan Biaya Haji Diperpanjang, Kuota Cadangan Jemaah Ditambah 20 Persen

“Bilamana nanti anak-anak demam, segera periksa ke fasilitas pelyanan kesehatan terdekat. Aware walaupun sudah periksa di rumah lihat kondisi perkembangan anaknya. Kalau tiba-tiba tangannya dingin, kelihatan lemes, beda dari biasanya, segera bawa ke fasilitas kesehatan,” beber Irma.

Share this Article