INDORAYA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyatakan, Anak Tidak Sekolah (ATS) di Jateng mencapai 16.910 anak. Belasan ribu ATS tersebut tercatat mulai dari jenjang SD hingga SMA di 17 kabupaten di Jateng yang menjadi prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem.
ATS dikategorikan sebagai anak usia 6 hingga 21 tahun yang tidak bersekolah karena alasan ekonomi, sosial, kesehatan, dan persoalan lainnya. Jumlah 16.910 ATS di Jateng tersebut diperoleh dari Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) 2023.
“Jadi dari 16.910 ATS itu ada yang di jenjang dasar, berati SD, SMP, dan ada juga yang jenjang menengah atau SMA,” ujar Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Jateng, Syamsudin Isnaini, saat ditemui usai rapat kerja di Gedung Berlian DPRD Jateng, Selasa (13/6/2023).
Dari jumlah 16.910, ada sebanyak 6.399 ATS pada jenjang SMA yang tersebar di 17 kabupaten miskin ekstrem. Meliputi Banjarnegara, Banyumas, Blora, Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Kebumen, Klaten, Magelang, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Sragen, Wonogiri, dan Wonosobo.
“Kami saat ini menggarap di 17 kabupaten yang masih di kategori miskin ekstrem. Anak ATS ini kendalanya adalah di faktor ekonomi yang paling dominan, didominasi oleh anak-anak kurang mampu,” ungkap Syamsudin.
“Namun dari total 16.910 ATS itu yang masuk kewenangan kami (Pemprov Jateng) di SMA/SMK adalah yang berusia 15-18 tahun. Jumlahnya sekitar 6.993 anak,” imbuhnya.
ATS menjadi perhatian serius bagi Disdikbud Jateng. Syamsudin mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan ATS untuk bisa masuk ke SMA/SMK negeri melalui jalur afirmasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun akademik 2023/2024.
“ATS menjadi perhatian Pemprov, kami selaku SKPD yang berhubungan dengan ATS mengupayakan untuk alokasi melalui jalur afirmasi PPDB kita priorotaskan untuk menampung anak-anak ATS,” bebernya.
Menambahkan Syamsudin, Kepala Disdikbud Jateng Uswatun Hasanah mengatakan, ATS akan ditampung dalam PPDB melalui jalur afirmasi. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Jateng.
“Ada sekitar 6.399 yang jenjang menengah SMA dan SMK, dari lulusan SMP yang mau masuk. Kuota ATS 3 persen dari jumlah total,” katanya saat ditemui usai rapat kerja di Gedung Berlian DPRD Jateng, Selasa (13/6/2023).
Selain itu, Disdikbud Jateng juga menambah daya tampung atau kuota peserta didik dalam PPDB 2023/2024. Kuota yang pada tahun lalu hanya 7.920 kursi kini ditambah menjadi 225.701 kursi.
“Jumlah untuk PPDB tahun ini penambahan rombel (rombongan belajar: red) adalah 122 dengan jumlah per satu rombel 36 orang,” beber Uswatun.
Ia mengatakan, penambahan kuota atau daya tampung siswa itu juga sebagai salah satu upaya penanganan ATS agar bisa kembali ke bangku sekolah. Uswatun berharap agar penambahan kuota ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh masyarakat.


