Ad imageAd image

Dilantik Jadi Pj Bupati Banjarnegara, Muhammad Masrofi Langsung Dapat Tugas Atasi Kemiskinan Hingga Pengangguran

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 809 Views
3 Min Read
Muhammad Masrofi (kiri) resmi dilantik menjadi Penjabat (Pj) Bupati Banjarnegara di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (28/5/2024). (Foto: Tangkapan layar YouTube Pemprov Jateng)

INDORAYA – Muhammad Masrofi resmi dilantik menjadi Penjabat (Pj) Bupati Banjarnegara di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (28/5/2024).

Dia dilantik oleh Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana. Masrofi menggantikan Tri Harso Widirahmanto yang menjabat Pj Bupati Banjarnegara periode 2022-2024.

Usai dilantik, Masrofi langsung mendapat tugas untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada di Banjarnegara. Mulai dari masalah kemiskinan, stunting, hingga pengangguran.

Dalam sambutannya, Nana Sudjana berpesan kepada Masrofi untuk bisa terus melakukan inovasi dalam memimpin Pemkab Banjarnegara. Harapannya bisa memberikan pelayanan yabg terbaik, mengoptimalkan pengelolaan potensi daerah, dan menyejahterakan masyarakat.

“Saya minta, selaku pejabat harus punya komitmen dan target. Misal kemiskinan, komitmennya apa, targetnya berapa. Jadi harus ada gregetnya. Jangan hanya mengikuti arah angin tanpa ada inovasi,” kata Nana saat memberikan arahan.

BACA JUGA:   Suara Prabowo-Gibran Ungguli Ganjar-Mahfud di TPS Pj Gubernur Jateng

Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan di Banjarnegara. Khususnya terkait program prioritas dari pemerintah pusat dan Pemkab Banjarnegara. Yaitu kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, stunting, pengangguran, dan pengendalian inflasi.

Persentase kemiskinan di Banjarnegara saat ini tercatat 14,90 persen. Untuk kemiskinan ekstrem di angka 1,50 persen. Namun angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem ini tercatat masih di atas rata-rata provinsi, yaitu kemiskinan 10,77 persen dan kemiskinan ekstrem 1,1 persen.

Sementara angka prevalensi stunting berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) di Kabupaten Banjarnegara pada posisi 19,9 persen. Angka itu sudah berada di bawah rata-rata provinsi yang masih sekitar 20,7 persen.

BACA JUGA:   Hadiri Silaturahmi Alumni Akpol, Pj Gubernur Jateng Sebut TNI-Polri Ikut Jaga Stabilitas Harga Pangan

“Ini pekerjaan rumah kita bersama. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Kerja sama dengan Forkopimda, instansi terkait, dan instansi vertikal, serta pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sangat penting. Kemiskinan dan stunting ini harus diturunkan,” kata Nana.

Hingga kini, dari angkatan kerja 583.890 jiwa di Banjarnegara, masih terdapat pengangguran sebanyak 36.549 jiwa atau 6,26 persen. Oleh karena itu, angka ini musti diturunkan dengan mempersiapkan tenaga kerja terampil dan penyediaan lapangan pekerjaan.

Terkait kesiapan tenaga kerja, Pemprov Jateng juga terus menggenjot sistem pendidikan sekolah vokasi. Selain itu juga memperbanyak pelatihan kerja di Badan Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah.

BACA JUGA:   Kendalikan Inflasi, Pemprov Jateng Gelontorkan 151 Ton Beras di 17 Daerah Miskin Ekstrem

“Saat ini banyak relokasi perusahaan dari Jabodetabek ke Jawa Tengah. Investasi asing yang masuk juga banyak. Investasi ini mendorong penurunan angka pengangguran terbuka di Jawa Tengah,” kata Nana.

Selain itu, tantangan lainnya yaitu pada pelaksanaan Pilkada 2024 yang akan digelar pada bulan November mendatang.  Pada Pemilu 2024 lalu, Banjarnegara cukup kondusif dan harus dipertahankan.

“Tantangan lain adalah cuaca ekstrem. Saat ini kita akan masuk musim kemarau sehingga perlu antisipasi, langkah mitigasi dan kontijensi. Itu harus dipersiapkan,” tandas Nana.

Share this Article