Ad imageAd image

Dikeroyok 18 Temannya, Santri di Ponpes Husnul Khotimah Kuningan Tewas

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 987 Views
2 Min Read
Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khotimah, Kuningan. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Seorang santri bernama Hilmi dari Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khotimah, Desa Manis Midul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tewas setelah dikeroyok oleh 18 orang temannya.

Pengeroyokan tersebut terjadi di dalam gudang yang ada di ponpes Husnul Khotimah, pada Kamis (30/11/23) malam pada pukul 23.00 WIB sampai jam 02.00 WIB.

Saat ditemukan, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah 45, untuk perawatan. Namun korban meninggal dunia, pada Senin (4/12/23) pagi. Aksi pengeroyokan tersebut pun viral di media sosial.

Kapolres Kuningan, AKBP Willy Andrian mengungkapkan pengeroyokan itu dilakukan oleh 18 orang. Kata dia, 12 orang di antaranya masih di bawah umur.

“Total ada 18 orang pelaku pengeroyokan. Kami telah menetapkan tersangka 6 orang dewasa dan 12 anak lainnya di bawah umur. Kami melakukan pengawasan dan koordinasi dengan unit PPA UPTD Kabupaten Kuningan, dalam artian tidak dilakukan penahanan di Polres Kuningan,” ujar Willy di Mapolres Kuningan, Rabu (6/12/23).

Terkait motif pengeroyokan tersebut, Willy mengatakan korban diduga melakukan pencurian yang membuat para pelaku marah. Lalu dia menyebut hasil visum menunjukkan bahwa korban mengalami luka lebam disekujur tubuh.

“Motif sementara korban diduga melakukan pencurian. Namun, tidak dibenarkan secara hukum atau pidana untuk main hakim sendiri, apalagi pengeroyokan yang menghilangkan nyawa orang,” ujar dia.

“Hasil visum yang kami dapatkan, terdapat beberapa luka lebam di wajah, punggung, tangan, sekujur tubuh,” sambung dia.

Sementara itu, kuasa hukum Ponpes Husnul Khotimah, Taufik Eka Fauzan, mengungkapkan korban dengan para pelaku merupakan teman dekat. Kata dia, korban sempat dibawa ke klinik hingga rumah sakit tetapi nyawanya tidak tertolong.

“Mereka itu teman dekat. Hanya gara-gara masalah sepele, uang di dompet diambil, enggak seberapa, hal-hal kecil seperti hilangnya sandal, makanan diambil oleh korban,” kata dia.

“Setelah itu paginya dibawa ke klinik, setelah itu dibawa ke Rumah Sakit Juanda, karena tidak ada dokter saraf, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit 45. Hasil CT Scan ada luka di beberapa titik sehingga dimasukan ke ruang ICU hingga korban meninggal,” sambung dia.

Share this Article
Leave a comment