INDORAYA – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Jateng) memprediksi terdapat 10 destinasi wisata yang akan mengalami lonjakan kunjungan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Perkiraan ini disampaikan setelah Polda Jateng menyelesaikan pemetaan pengamanan terhadap 227 objek wisata di 35 kabupaten/kota sebagai persiapan menghadapi musim liburan.
Selain itu, pihak kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di sejumlah titik.
“Hanya ada sepuluh destinasi yang kami prediksi bakal menjadi favorit wisatawan selama libur Nataru. Mulai dari Dieng, Kota Lama Semarang Borobudur, Prambanan, Pantai Karangjahe, Guci, Masjid Agung Demak, Masjid Syeikh Zayed, Waduk Gajah Mungkur, dan Pantai Menganti juga diprediksi akan dipadati pengunjung,” jelas Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol. Pratama Adhyasastra kepada wartawan, Minggu (7/12/2025).
Dirlantas menuturkan bahwa kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem menjadi fokus utama. Tim kepolisian telah mengidentifikasi sejumlah area rawan, baik yang berisiko banjir maupun longsor, sebagai langkah awal mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Serta menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mendukung kelancaran mobilitas kendaraan bila terjadi situasi darurat,” katanya.
Terkait arus mudik dan arus balik, Polda Jateng memproyeksikan arus mudik Natal diprediksi berlangsung pada 20 Desember, sementara arus balik pada 28 Desember 2025. Arus mudik Tahun Baru diperkirakan terjadi pada 24 Desember dan arus balik pada 4 Januari 2026.
Untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, sebanyak 219 Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu akan dioperasikan di 35 kabupaten/kota. Seluruh kegiatan operasional pos tersebut akan dipantau secara terpusat melalui Posko Terpadu di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung.
“Wilayah Jawa Tengah merupakan salah satu propinsi yang menjadi tujuan destinasi Masyarakat selama masa liburan Nataru,” ucapnya.
Dirlantas juga menjelaskan bahwa Jateng memiliki lima jalur utama yang akan digunakan masyarakat, yaitu:
- Jalur Tol Trans Jawa
- Pantai Utara (Pantura)
- Jalur Tengah
- Jalur Selatan
- Pantai Selatan (Pansela)
- Jalur tol
Karena jalur tol diperkirakan tetap menjadi rute favorit, sejumlah upaya antisipatif telah disiapkan, di antaranya:
- Penambahan gardu tol
- Penyediaan SPBU mobile
- Ketersediaan mobil dan truk derek setiap 15 kilometer
- Penempatan crane untuk mempercepat proses evakuasi kendaraan saat terjadi kecelakaan


