Ad imageAd image

Diduga Depresi Karena Sakit Tak Kunjung Sembuh, Wanita Asal Candisari Semarang Memilih Gantung Diri

Sigit H
By Sigit H 80 Views
2 Min Read
Tim Inafis Polrestabes Semarang saat melakukan olah tempat kejadian perkaran penemuan nenek asal Candisari Semarang yang ditemukan gantung diri, Selasa (25/1/2022).

INDORAYA – Seorang wanita paruh baya ditemukan meninggal dunia gantung diri di dalam kamar mandi rumahnya di Genuk Krajan, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari pada Selasa (25/1/2022) sekitar pukul 13.30 WIB.

Korban yang bernama S (68) itu nekat mengakhiri hidupnya lantaran diduga mengalami depresi karena riwayat penyakitnya yang tak kunjung sembuh.

“Diduga mengalami depresi karena sakit yang belum kunjung sembuh. Informasinya korban sering mengeluh sakit kepala,” ujar Kapolsek Candisari, Iptu Handri Kristanto kepada wartawan.

Ia menjelaskan, kali pertama korban diketahui gantung diri ketika suaminya bernama AS yang terbangun dari tidur hendak pergi ke kamar mandi. Sesaat kemudian, sang suami melangkah menuju kamar mandi namun pintunya terkunci dari dalam. Ketika mengetuk pintu dan berteriak tidak ada jawaban.

BACA JUGA:   127 Atlet Sepakbola SMP dan SMA dari Sejumlah Provinsi, Ikuti Seleksi ASTI Kendal

“Merasa penasaran dan curiga kemudian saksi mendobrak pintu kamar mandi, dan didapati korban dalam keadaan tergantung di belakang pintu kamar mandi,” jelasnya.

Dirinya menyebut korban gantung diri dengan menggunakan tali plastik, yang dikaitkan ke leher lalu diikat ke kayu. Melihat kejadian tersebut, kemudian sang suami keluar rumah dan meminta tolong kepada tetangganya untuk melihat kondisi korban.

“Selanjutnya tali plastik yang dipakai korban untuk gantung diri dipotong menggunakan pisau. Setelah tali berhasil putus kemudian korban diangkat bersama ke dalam kamar,” paparnya.

BACA JUGA:   Heri Pudyatmoko: Pemuda Memiliki Peran Penting Dalam Pembangunan

Kejadian ini juga dilaporkan ke pemangku wilayah setempat dan puskesmas diteruskan ke Polsek Candisari. Pihak Tim Inafis Polrestabes Semarang juga mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Didapatkan hasil tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, murni gantung diri,” ucapnya.

Dari kejadian ini, keluarga korban ikhlas dan menerima atas kejadian tersebut debgan membuat surat pernyataan tidak akan menuntut kepada

pihak mana pun. Selanjutnya, jenazah korban diurus langsung oleh keluarga untuk dilakukan prosesi pemakaman.

Sementara itu, Setiawan (44) warga Bogor ditemukan meninggal di dalam tempat kosnya, di Jalan Pandean Lamper Semarang Selatan, sekitar pukul 13.00 WIB. Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Untung Kistopo mengatakan, penyebab meninggalnya korban diduga lantaran sakit yang diderita.

BACA JUGA:   Mudik Lebaran, Heri Pudyatmoko Warning Lonjakan Kasus Covid-19

“Penyebabnya diduga sakit, pengecekan oleh dokter menerangkan bahwa korban sudah meninggal, tidak ada tanda-tanda kekerasan dan negatif Covid-19,” imbuhnya.(IR)

Share this Article