Ad imageAd image

Diduga Data Pemilih Bocor, Begini Respon BSSN

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 909 Views
2 Min Read
Ilustrasi kebocoran data. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) buka suara soal investigasi dugaan insiden kebocoran data pemilih yang dialami Komisi Pemilihan Umum (KPU) empat hari setelah kasus terungkap di media sosial dan pemberitaan.

Juru Bicara BSSN Ariandi Putra mengaku telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan KPU terkait dugaan kebocoran data tersebut. Pihaknya juga sedang melakukan analisis terkait hal ini.

“Dalam penanganan insiden siber yang terjadi di KPU, BSSN sedang melakukan analisis dan forensik digital dari sisi aplikasi dan server untuk mengetahui root couse dari insiden siber yang terjadi,” kata Ariandi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/12/2023).

BACA JUGA:   KPU Temanggung Terima 101 Dus Tinta untuk Pemilu 2024

BSSN, kata Andi, senantiasa berkoordinasi intens dengan pihak KPU dan siap untuk memberikan asistensi serta rekomendasi peningkatan keamanan terhadap sistem informasi milik KPU.

“Hasil investigasi serta perkembangan tindak lanjut dari dugaan insiden kebocoran data akan disampaikan langsung oleh KPU selaku penyelenggara sistem elektronik,” lanjut Andi.

Sebelumnya, akun Jimbo di situs peretasan BreachForums mengunggah dugaan bocoran data yang didapat dari situs KPU pada Senin (27/11) pukul 09.21 WIB. Akun ini menampilkan beberapa tangkapan layar dari situs pengecekan DPT, https://cekdptonline.kpu.go.id/.

BACA JUGA:   KPU Pastikan Gugatan Usia Cawapres Tak Ganggu Proses Pemilu

Data yang dibobol diklaim berupa nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir, hingga alamat. Pengunggah mengklaim memiliki lebih dari 250 juta (252.327.304) data. Ia menyediakan 500 ribu data sebagai sampel.

Jimbo menjual bocoran data tersebut dengan harga 2 BTC atau US$74 ribu (Rp1,14 miliar).

“Saat ini kami meminta bantuan dari Satgas Siber. Sekarang yang bekerja BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara),”kata Ketua Divisi Data dan Teknologi Informasi KPU Betty Epsilon Idroos, Selasa (28/11/2023).

Selain itu, pihaknya juga “masih on proses melakukan penelusuran dengan mabes cyber bareskrim dan BSSN.”

BACA JUGA:   KPU Sebut Warga Boleh Bawa HP saat Coblos, Tapi Tak Diizinkan Foto
Share this Article
Leave a comment