INDORAYA – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumarno memastikan bahwa Desa Tempur, Kecamatan keling, Kabupaten Jepara, sudah tak lagi terisolasi. Ia juga memastikan penanganan banjir dan longsor di wilayah tersebut terus berlanjut.
Sumarno mengatakan, banjir dan longsor di Desa Tempur menjadi salah fokus perhatian Pemprov Jateng. Desa ini sempat terisolasi karena jalan utama terputus akibat longsor di sejumlah titik.
Menurut Sumarno, akses menuju desa yang terletak di lereng Gunung Muria tersebut kini sudah mulai terbuka setelah alat berat masuk ke lokasi.
“Yang kemarin menjadi perhatian itu Desa Tempur di Jepara. Alhamdulillah kemarin alat berat sudah bisa masuk. Untuk perbaikan jalan sudah bergerak,” kata Sekda.
Pihaknya menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk penanganan darurat dengan menyuplai bronjong. Sementara Dinas Pekerjaan Umum juga mengirim bantuan untuk memperlancar mobilitas warga.
“Dari BBWS juga sudah support bronjong. Dari PU juga sudah mengirim, karena ini kedaruratan. Minimal nanti bisa dilewati untuk kondisi darurat,” ujar Sumarno.
Meski demikian, penanganan yang dilakukan masih bersifat sementara. Perbaikan permanen akan dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai. Saat ini, Desa Tempur sudah tidak lagi terisolasi. Jalur darurat memungkinkan warga dan logistik untuk bergerak.
“Kalau penanganan permanen tentu nanti setelah pascabencana. Sudah tidak terisolir lagi, dari kemarin motor sudah bisa lewat. Logistik kemarin pakai motor, dan bronjong kanan kiri juga sudah bisa,” ungkapnya.
Selain itu, batu-batu dikumpulkan sebagai dasar darurat agar kendaraan roda empat dapat melintas. Total kerugian akibat bencana di wilayah terdampak belum dihitung Pemprov Jateng.
“Batu-batu sudah dikumpulkan di tengah untuk bahan darurat, supaya minimal mobil bisa lewat. Untuk total kerugian belum kita hitungkan,” katanya.
Tidak hanya di Jepara, Pemprov Jateng bersama pemerintah kabupaten juga melakukan penanganan banjir yang melanda dua daerah lain, Kudus dan Pati. Bahkan Dinas Sosial sudah menyalurkan logistik ke lokasi terdampak.
“Teman-teman dari Dinas Sosial juga sudah mengirim logistik. Mudah-mudahan tidak ada kendala di lapangan,” ungkap Sumarno.
Lebih lanjut, dia kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem. Di sisi lain, kondisi ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.
“Kita harus waspada karena situasi ini. Dampak lingkungan dan pemanasan global harus menjadi perhatian kita semua,” imbau Sekda.
Sumarno menegaskan, penanganan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat.
“Tidak hanya pemerintah ya, masyarakat juga harus peduli untuk menjaga lingkungan kita,” pungkasnya.


