Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Desa Tempur Jepara Dikepung Longsor, Akses Utama ke Kota Terputus
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Peristiwa

Desa Tempur Jepara Dikepung Longsor, Akses Utama ke Kota Terputus

By Redaksi Indoraya
Minggu, 11 Jan 2026
Share
3 Min Read
Ilustrasi wilayah longsor. (Foto: istimewa)
SHARE

INDORAYA – Bencana tanah longsor melanda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dan mengakibatkan puluhan titik longsor yang menutup akses jalan utama menuju Kota Jepara. Dampak longsor membuat mobilitas warga lumpuh karena jalur tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk desa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, longsor yang terjadi pada Jumat (9/1) sangat berdampak terhadap aktivitas warga Desa Tempur.

“Dampak longsor yang terjadi pada Jumat (9/1) sangat dirasakan oleh warga Desa Tempur karena menutupi satu-satunya akses jalan bagi warga yang hendak menuju daerah lain atau ke kota. Untuk sementara, jalur tersebut baru bisa dilalui sepeda motor,” kata Arwin di Jepara, Sabtu (10/11/2025).

BPBD Jepara mencatat proses pembersihan material longsor telah dilakukan di beberapa titik. Akses hingga kawasan Kedung Ombo kini dapat dilewati kendaraan roda dua. Namun, di lokasi tersebut, badan jalan sepanjang sekitar 60–70 meter dilaporkan hanyut terbawa arus sungai.

“Tersisa bahu jalan sekitar 50 sentimeter lebarnya dan itu dijadikan akses darurat masyarakat. Yang berani masih bisa naik motor dengan sangat hati-hati, sementara pejalan kaki sebagian besar tidak berani melintas,” ujarnya.

Setelah titik Kedung Ombo, masih terdapat sejumlah longsor lain sebelum dan sesudah jembatan besi hingga jembatan merah di jalur tikungan. Meski begitu, sebagian besar titik longsor tersebut masih bisa dilewati sepeda motor dengan kewaspadaan tinggi.

BPBD Jepara mewaspadai potensi kerusakan lanjutan pada bahu jalan darurat akibat banjir susulan. Jika kondisi tersebut kembali tergerus, BPBD menyiapkan alternatif penyeberangan sementara menggunakan perahu yang diikat tali.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan para pemuda setempat, termasuk komunitas motor trail di wilayah Damarwulan. Mereka berencana mencari jalur alternatif melalui Medono yang tembus ke jalur atas menuju Dukuh Duplak,” ujarnya.

Apabila jalur alternatif tersebut memungkinkan, BPBD Jepara akan mengirimkan alat berat untuk melakukan penanganan darurat dan perapian jalur.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Jepara, terdapat puluhan titik longsor di Desa Tempur, dengan 18 titik di antaranya tergolong longsor besar. Material longsor menutup badan jalan sepanjang 6 meter hingga lebih dari 100 meter, dengan ketebalan material mencapai 0,5 hingga 2 meter.

Selain menutup akses jalan, longsor juga menyebabkan kerusakan serius di sejumlah titik, mulai dari badan jalan yang hilang akibat tergerus aliran Sungai Kali Gelis, pagar jembatan yang rusak, hingga perubahan alur sungai yang mengancam permukiman warga.

BPBD Jepara mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras, serta menghindari melintasi jalur rawan longsor demi keselamatan.

TAGGED:Anggaran desaBerita Jateng TerbaruLongsor Jepara
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gojek Gandeng Dinkes Semarang, Latih Driver Siap Tanggap Darurat di Jalan Minggu, 08 Feb 2026
  • Pemilu 2029 Masih Jauh, Bawaslu–DPRD Semarang Pasang Kuda-Kuda Cegah Pelanggaran Minggu, 08 Feb 2026
  • Jadi Ahli di Singapura hingga AS, Ini Rekam Jejak James Purba sebagai Ahli Kepailitan Minggu, 08 Feb 2026
  • Perkuat Rantai Pasok Ekonomi Lokal, Heri Pudyatmoko Ajak Kolaborasi Semua Pihak Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko: Perlindungan Perempuan dan Anak di Jawa Tengah Harus Lebih Terintegrasi Minggu, 08 Feb 2026
  • Cegah Kekerasan, Wagub Jateng Minta Fungsi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dioptimakan Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Ingatkan Pentingnya Indikator Kesejahteraan Non-Angka Makro Minggu, 08 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Satpol PP Jepara Tertibkan Spanduk Liar, Penertiban Menyasar Jalan Nasional hingga Kawasan Wisata

Minggu, 08 Feb 2026
Olahraga

KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain

Sabtu, 07 Feb 2026
JatengPeristiwa

Wakil Bupati Klaten Berpulang, Ketua Gerindra Jateng: Sosok Pemimpin Muda Berintegritas

Sabtu, 07 Feb 2026
Ekonomi

Jateng Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Motor Pembangunan 2027, Pariwisata Halal Ikut Digenjot

Jumat, 06 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?