INDORAYA – Bencana tanah longsor melanda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dan mengakibatkan puluhan titik longsor yang menutup akses jalan utama menuju Kota Jepara. Dampak longsor membuat mobilitas warga lumpuh karena jalur tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk desa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, longsor yang terjadi pada Jumat (9/1) sangat berdampak terhadap aktivitas warga Desa Tempur.
“Dampak longsor yang terjadi pada Jumat (9/1) sangat dirasakan oleh warga Desa Tempur karena menutupi satu-satunya akses jalan bagi warga yang hendak menuju daerah lain atau ke kota. Untuk sementara, jalur tersebut baru bisa dilalui sepeda motor,” kata Arwin di Jepara, Sabtu (10/11/2025).
BPBD Jepara mencatat proses pembersihan material longsor telah dilakukan di beberapa titik. Akses hingga kawasan Kedung Ombo kini dapat dilewati kendaraan roda dua. Namun, di lokasi tersebut, badan jalan sepanjang sekitar 60–70 meter dilaporkan hanyut terbawa arus sungai.
“Tersisa bahu jalan sekitar 50 sentimeter lebarnya dan itu dijadikan akses darurat masyarakat. Yang berani masih bisa naik motor dengan sangat hati-hati, sementara pejalan kaki sebagian besar tidak berani melintas,” ujarnya.
Setelah titik Kedung Ombo, masih terdapat sejumlah longsor lain sebelum dan sesudah jembatan besi hingga jembatan merah di jalur tikungan. Meski begitu, sebagian besar titik longsor tersebut masih bisa dilewati sepeda motor dengan kewaspadaan tinggi.
BPBD Jepara mewaspadai potensi kerusakan lanjutan pada bahu jalan darurat akibat banjir susulan. Jika kondisi tersebut kembali tergerus, BPBD menyiapkan alternatif penyeberangan sementara menggunakan perahu yang diikat tali.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan para pemuda setempat, termasuk komunitas motor trail di wilayah Damarwulan. Mereka berencana mencari jalur alternatif melalui Medono yang tembus ke jalur atas menuju Dukuh Duplak,” ujarnya.
Apabila jalur alternatif tersebut memungkinkan, BPBD Jepara akan mengirimkan alat berat untuk melakukan penanganan darurat dan perapian jalur.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Jepara, terdapat puluhan titik longsor di Desa Tempur, dengan 18 titik di antaranya tergolong longsor besar. Material longsor menutup badan jalan sepanjang 6 meter hingga lebih dari 100 meter, dengan ketebalan material mencapai 0,5 hingga 2 meter.
Selain menutup akses jalan, longsor juga menyebabkan kerusakan serius di sejumlah titik, mulai dari badan jalan yang hilang akibat tergerus aliran Sungai Kali Gelis, pagar jembatan yang rusak, hingga perubahan alur sungai yang mengancam permukiman warga.
BPBD Jepara mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras, serta menghindari melintasi jalur rawan longsor demi keselamatan.


