Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Densus Ungkap 110 Anak Teridentifikasi Rencanakan Aksi Teror di 2025
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Nasional

Densus Ungkap 110 Anak Teridentifikasi Rencanakan Aksi Teror di 2025

By Redaksi Indoraya
Selasa, 18 Nov 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi terorisme (Istimewa)
SHARE

INDORAYA – Densus 88 Antiteror Polri menyatakan terdapat 110 anak yang teridentifikasi merencanakan aksi teror di berbagai wilayah sepanjang 2025.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menyebut jumlah ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia menambahkan, sepanjang 2011-2017, Densus 88 hanya mengamankan 17 anak terkait aksi teror. Mereka telah menjalani proses penegakan hukum dan pembinaan.

“Namun pada tahun ini, di tahun 2025 sendiri, kurang lebih lebih dari 110 yang saat ini sedang teridentifikasi,” kata Mayndra dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Mayndra menyebut fenomena ini diduga terkait perekrutan yang dilakukan secara masif melalui media sosial dan gim daring.

“Jadi artinya kita bisa sama-sama menyimpulkan bahwa ada proses yang sangat masif sekali rekrutmen yang dilakukan melalui media daring,” ujarnya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menuturkan bahwa anak-anak tersebut berusia antara 10-18 tahun dan tersebar di 23 provinsi.

Ia menjelaskan Densus 88 telah melakukan intervensi terhadap 110 anak sebagai upaya pencegahan aksi teror.

“Yang pertama, intervensi terhadap anak teradikalisasi yang berniat melakukan aksi teror di Banten pada akhir tahun 2024. Yang kedua, intervensi terhadap anak teradikalisasi yang berniat melakukan aksi teror di Bali dan Sulawesi Selatan pada bulan Mei 2025,” ucap Trunoyudo.

Selanjutnya, intervensi dilakukan terhadap 29 anak di 17 provinsi yang berniat melakukan aksi teror pada September 2025, serta intervensi terhadap anak yang berniat melakukan aksi teror di Jawa Tengah pada Oktober 2025.

“Dan kelima, intervensi terhadap 78 anak di 23 provinsi teradikalisasi yang berniat melakukan aksi teror pada 18 November 2025. Wilayah terbesar mengikuti Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” tutur Trunoyudo.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap lima orang yang merekrut anak-anak dan pelajar ke jaringan terorisme.

Trunoyudo menjelaskan, para tersangka memanfaatkan ruang digital untuk perekrutan, termasuk media sosial, game online, aplikasi pesan, hingga situs tertutup.

“Adapun modus penyebaran, propaganda dilakukan secara bertahap. Propaganda pada awalnya didisiminasi melalui platform yang lebih terbuka seperti FB, Instagram, dan game online,” ujar Trunoyudo.

“Kemudian setelahnya mereka yang dianggap target potensial akan dihubungi secara pribadi atau japri. Melalui platform yang lebih tertutup seperti WhatsApp atau Telegram,” tambahnya.

TAGGED:Densus 88 Antiteror PolriRencanakan Aksi Teror di 2025
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Nasional

Mendag Budi Sita Pakaian Bekas Impor Rp248 Miliar, Pemerintah Perketat Peredaran Barang Ilegal

Kamis, 05 Feb 2026
Nasional

Komdigi Buka Suara Soal Dugaan Kebocoran Data Pelamar Kerja, Proses Internal Dilakukan

Rabu, 04 Feb 2026
Nasional

Menteri Imipas Agus Andrianto Targetkan Pembangunan 33 Lapas dan Rutan Baru pada 2026

Rabu, 04 Feb 2026
Nasional

Wamensos: Santunan Korban Meninggal Bencana Sumatera Rp15 Juta, Luka Berat Rp5 Juta

Selasa, 03 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?