Ad imageAd image

Dapat Penolakan Orang Tua, Program Imunisasi Polio di Jateng Capai 56 Persen

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 510 Views
3 Min Read
Ilustrasi program imunisasi polio massal. (Foto: Halodoc)

INDORAYA – Sasaran program Sub Pekan Imunisasi (Sub PIN) Polio massal yang dimulai sejak 15 Januari 2024 lalu di Jawa Tengah (Jateng) saat ini mencapai 56,6 persen, meskipun sebelumnya ada orang tua di sejumlah daerah yang menolak anaknya divaksin polio.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, capaian program imunisasi polio pada putaran pertama atau pekan ini, hingga Rabu 18 Januari 2024, sudah mencapai 56,6 persen.

Dinkes Jateng menargetkan imunisasi polio menyasar 3,9 juta anak berusia nol hingga tujuh tahun di 35 kabupaten/kota di Jateng. Targetnya setiap hari ada 13 persen anak yang mengikuti imunisasi ini.

BACA JUGA:   Pimpin Upacara HUT Satpam Ke-42, Ini Arahan Kapolda Jateng

“Putaran pertama dari 15 Januari 2024 hingga Rabu 17 Januari 2024 mencapai 56,6 persen, capaiannya terus bertambah,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jateng, Irma Makiah, saat dikonfirmasi, Kamis (18/1/2024).

Pihaknya merinci lima daerah dengan capaian paling tinggi. Di antaranya Tegal 80,7 persen, disusul Grobogan 71,7 persen, Klaten 69,7 persen, Karanganyar 69,4 persen, dan Sragen 67,7 persen.

Untuk mencapai herd imunity, capaian imunasasi harus 95 persen. Karena itu Dinkes Jateng terus mendorong agar anak-anak mendapatkan vaksin dengan jenis Noval OralPolio Vaccine Type 2 (nOPV2) ini.

BACA JUGA:   KPU Jateng Buka Pendaftaran Calon Anggota DPD Pemilu 2024, Catat Jadwal dan Ketentuannya

“Kalau mau mendapatkan kekebalan kelompok yang efektif memang cakupan imunisasinya adalah 95 persen. Makanya kita dorong anak-anak kita semua untuk bisa imunisasi,” akunya.

Kendati demikian Irma menyebut masih ada sejumlah orang tua yang menolak anaknya ikut program imunisasi polio. Setidaknya ada tiga daerah meliputi Kota Semarang, Kendal, dan Karanganyar.

Penolakan ini alasannya beragam. Mulai dari masalah keyakinan, masyarakat takut vaksinnya tidak halal, serta khawatir efek samping yang ditimbulkan.

Mengatasi hal ini Dinkes Jateng bekerja sama dengan sejumlah pihak, mulai dari pemerintah daerah setempat, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Kementerian Agama (Kemenag), untuk memberikan sosialisasi tentang imunisasi polio.

BACA JUGA:   Polda Jateng Selidiki Kelangkaan Minyakkita di Setiap Distributor

“Memang ada di daerah tertentu yang menolak dari dulu untuk imunisasi. Cuma kita tetap melakukan edukasi, pendampingan, komunikasi, pendekatan melibatkan tokoh agama. Dari Dinkes Kota Semarang kayaknya sudah edukasi ya, pendekatan, melibatkan camat, lurah, penggerak PKK, dari tingkat kecamatan sampe kelurahan, waktu itu edukasi tentang keamanannya dan manfaatnya,” tandas Irma.

Share this Article
Leave a comment