INDORAYA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, Danantara melalui Danantara Investment Management (DIM) telah menyiapkan dana jumbo untuk masuk ke pasar obligasi pemerintah.
Menurut Purbaya, nilai investasi yang disiapkan DIM pada 2026 mencapai Rp 160 triliun dan diarahkan ke instrumen bond atau surat utang negara. Langkah ini dinilai menunjukkan besarnya kapasitas pendanaan yang dimiliki Danantara dalam mendukung pembiayaan negara.
“Danantara punya uang banyak. Dia punya kalau DIM nya itu saya ingat tahun ini punya Rp 160 triliun mau diinvestasikan di bond. Artinya masih banyak ruang bergerak, bond pemerintah lagi,” kata Purbaya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Meski demikian, Purbaya menilai opsi penempatan dana Danantara seharusnya tidak hanya berhenti pada pembelian surat utang pemerintah. Ia mendorong agar investasi tersebut juga diarahkan ke perusahaan yang dapat menggerakkan roda perekonomian nasional, seperti Perusahaan Mineral Nasional (Perminas).
Menurutnya, investasi langsung ke sektor riil melalui BUMN atau entitas strategis akan memberi dampak ekonomi yang lebih luas dibanding sekadar memperoleh imbal hasil dari obligasi pemerintah.
“Kalau ke bond kan saya bayar bunga untuk uang dulunya punya saya juga. Kalau dia bikin BUMN langsung kan akan menggerakkan ekonomi. Justru itu yang diharapkan dari Danantara,” papar Purbaya.


