Ad imageAd image

Cuaca Ekstrem Hingga Banjir di Semarang, BMKG Ungkap Pengaruh Bibit Siklon Tropis

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 6.8k Views
2 Min Read
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati usai Rapat Penanganan Bencana di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (18/3/2024). (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Bencana banjir melanda Kota Semarang sejak Rabu (13/3/2024) akibat cuaca ekstrem dan hujan lebat selama berhari-hari. Hingga Senin (18/3/2024), banjir masih menggenangi sebagian wilayah di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkap, cuaca ekstrem hingga banjir yang parah di Kota Semarang dipengaruhi oleh fenomena bibit siklon tropis pada awal Maret.

“Awal Maret kita sudah mengeluarkan perinhatan dini karena ada fenomena yang tiba-tiba mubcul, yaitu bibit skilon,” ujarnya usai Rapat Penanganan Bencana di Kantor Gubernur Jateng, Senin (18/3/2024).

BACA JUGA:   Usai Kena OTT, 4 Pejabat DJKA Semarang Diperiksa KPK

Tiga bibit siklon itu bibit siklon tropis 91S, 94S, dan 93P. Ketiganya berada di sekitar Samudera Hindia selatan Jawa, Laut Timor, dan Laut Australia. Hal ini berpengaruh terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah Jawa Tengah.

“3 bibit siklon di selatan Indonesia yang berdampak memperparah intensitas curah hujan di Indonesia, terutama Jawa Tengah, termasuk bersaamaan dengan masuknya kumpulan awal hujan dari Samudera Hindia, dari arah barat, timur afrika, yang berarak-arakan masuk Indonesia,” imbuh dia.

“Jadi ada fenomena bersamaan seiring dengan peralihan masuknya angin dari Benua Asia beralih masuknya angin dari Benua Australia,” ungkap Mantan Rektor UGM tersebut.

BACA JUGA:   Hias Totebag Lewat Limbah Daun Bareng Warga Banyumanik, Mbak Tunjung: Upaya Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Karena pengaruh bibit siklon tropis ini, intensitas curah hujan bisa melampaui biasanya. Jika saat cuaca ekstrem curah hujan biasanya hanya 150 mm per hari, kali ini mencapai 230 mm per hari.

“Fenomena yang tiba-tiba muncul ini mengakibatkan hujan ekstrem bahkan melampaui. Harusnya ektrem itu 150 mm per hari, kemarin mencapai 230 an mm lebih,” beber Dwikorita.

Dia memprediksi pasca tanggal 20 Maret 2024, tren cuaca ekstrem akan berkurang dibanding hari-hari ini. Pihaknya bersama BNPB juga tengah melakukan rekayasa cuaca mengantisipasi cuaca ekstrem.

BACA JUGA:   Gali dan Dewangga Ajak Suporter Penuhi Stadion Jatidiri saat Laga PSIS Semarang Vs Arema FC

Teknologi modifikasi cuaca dilakukan sejak hari Jumat (15/3/2024) kemarin hingga Rabu (20/3/2024) di Kota Semarang dan Kabupaten Demak yang juga terdampak banjir cukup parah.

“(Modifikasi cuaca) diutamakan di Jawa Tengah ya, di Semarang dan seterusnya karena ini sudah tergenang. Demak juga dilakukan. Sebetulnya paralel ada di beberapa wilayah lainnya, namun kita prioritaskan di sini Jaeng, Demak dan Semarang,” tandas Dwikorita

Share this Article
Leave a comment