Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Cuaca Ekstrem Ancam Ketahanan Pangan, Pemprov Jateng Minta Daerah Ajukan Asuransi Gagal Panen
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Cuaca Ekstrem Ancam Ketahanan Pangan, Pemprov Jateng Minta Daerah Ajukan Asuransi Gagal Panen

By Athok Mahfud
Kamis, 15 Jan 2026
Share
3 Min Read
Ilustrasi para petani sedang menanam padi bersama-sama di sawah. (Foto: Meta AI)
SHARE

INDORAYA – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah dinilai berpotensi mengganggu ketahanan pangan daerah yang menjadi program prioritas Gubernur Ahmad Luthfi pada tahun 2026.

Merespons kondisi ini, Pemprov Jateng meminta pemerintah kabupaten/kota segera mengajukan asuransi gagal panen sebagai langkah mitigasi untuk melindungi petani dari risiko kerugian akibat bencana hidrometeorologi.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, langkah pengajuan asuransi gagal panen menjadi penting menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan banjir di beberapa daerah dan menggenangi lahan pertanian produktif.

Arahan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi dalam agenda “Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah 2026” yang digelar di The Sunan Hotel, Kota Surakarta, Rabu (14/1/2026).

Menurut Luthfi, cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah berdampak pada wilayah sentra pertanian, khususnya Kabupaten Kudus, Pati, dan Jepara.

Genangan banjir di wilayah tersebut berpotensi menyebabkan tanaman padi mengalami gagal panen jika tidak segera diantisipasi.

Gubernur meminta pemerintah kabupaten di wilayah terdampak untuk segera melaporkan luas lahan pertanian yang terendam kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah.

“Untuk Kudus, Pati, dan Jepara, saya minta segera diajukan terkait asuransi gagal panen,” kata Luthfi.

Ia menegaskan, cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi merupakan risiko yang tidak bisa dihindari. Namun, dampaknya terhadap ketahanan pangan dapat ditekan melalui langkah mitigasi yang terencana dan kesiapsiagaan pemerintah daerah.

Selain perlindungan melalui asuransi pertanian, Luthfi juga menekankan pentingnya penguatan standar operasional prosedur (SOP) penanganan bencana di tingkat kabupaten/kota.

Mulai dari kecepatan penetapan status darurat, pembentukan satuan tugas, kesiapan logistik, hingga pemenuhan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.

Dalam forum itu, Luthfi menegaskan bahwa upaya menjaga ketahanan pangan Jawa Tengah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah provinsi secara mandiri, melainkan membutuhkan kolaborasi erat dengan seluruh kepala daerah.

“Tidak bisa dilakukan oleh gubernur seorang. Harus dengan dukungan para bupati dan wali kota,” ujarnya.

Agenda komitmen bersama ketahanan pangan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus mewujudkan swasembada pangan pada 2026.

Salah satu target utama yang dicanangkan adalah produksi padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG) sebagai penopang ketahanan pangan daerah.

TAGGED:Gubernur Jateng Ahmad LuthfiKetahanan Pangan Jatengswasembada pangan Jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen

Sabtu, 07 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?