Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Cinta Ibu Tidak Pernah Usai dalam Novel Hana-Tara-Hata
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Opini

Cinta Ibu Tidak Pernah Usai dalam Novel Hana-Tara-Hata

By Ayu Indira Cahaya Putri
Jumat, 28 Nov 2025
Share
4 Min Read
Novel Hana-Tara-Hata karya Tere Liye
SHARE

Judul : Hana-Tara-Hata
Genre : Fiksi
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Sabakgrip Nusantara
Tahun Terbit : 2025
Tebal : 384 Halaman

INDORAYA – Novel Hana-Tara-Hata karya Tere Liye, buku ke-17 dari serial Bumi, hadir sebagai spin-off yang memusatkan perhatian pada sosok Hana, perempuan tangguh dari Klan Matahari.

Berbeda dari buku sebelumnya yang menggunakan sudut pandang Raib, kali ini Tere Liye menuturkan kisah melalui sudut pandang orang ketiga, memberi pembaca kesempatan untuk menyelami kehidupan Hana secara lebih intim, sekaligus hubungan emosionalnya dengan putranya, Mata-Hana-Tara.

Ringkasan Cerita

Hana lahir di keluarga sederhana di Kota Exeos. Kedua orang tuanya bisa membaca tanda-tanda alam, tetapi sering salah menafsirkan pertanda tersebut. Berbeda, Hana memiliki kekuatan besar yang bahkan mampu menyelamatkan Kota Exeos dari bencana.

Meski mendapat pujian dan penghargaan, Hana memilih hidup tenang, menjauh dari sorotan, dan menjadi ibu pada umumnya, yang suka mengomel dan di takuti suaminya.

Konflik muncul ketika putranya, Mata, mengikuti Festival Bunga Matahari. Festival ini memperebutkan bunga matahari pertama yang menyimpan pengetahuan luar biasa—siapa pun yang memetiknya bisa memperoleh apapun yang diinginkan.

Mata, berbeda dari peserta lain yang ambisius, tumbuh menjadi pemuda rendah hati, berani, dan tulus, hasil didikan Hana dan ayahnya, Gara-gara-dia III. Bersama teman-temannya dan harimau putih andalan, Mata menghadapi monster dan bahaya yang menguji batas fisik dan batinnya.

Ketika Mata hilang dari festival, Hana yang telah 40 tahun berhenti berbicara dengan alam, kembali menggunakan kemampuannya untuk mencari anaknya. Bersama suaminya, ia meninggalkan Kota Exeos dan pergi ke Padang Perdu Klan Matahari.

Selama ratusan tahun, Hana memendam rahasia kebenaran tentang nasib Mata—yang dikalahkan oleh pemilik keturunan murni—sambil belajar ikhlas menanti.

Akhirnya, melalui perlindungan bunga matahari, Mata kembali ke Hana setelah 400 tahun, menutup kisah dengan emosi yang begitu mendalam.

Kasih Sayang Ibu

Yang membuat novel ini menonjol bukan sekadar petualangan atau dunia fantasi yang kaya, tetapi cinta Hana yang tak tergoyahkan. Tere Liye menggambarkan ibu yang rela menunggu ratusan tahun, tetap setia dan tabah demi anaknya, bahkan ketika dunia dan waktu seolah berjalan tanpa batas.

Hana bahkan rela berpindah ke tempat yang sangat asing baginya untuk mencari tahu kebenaran dan apa yang terjadi pada anaknya.

Hana bukan hanya perempuan kuat karena kemampuan uniknya, tetapi karena ketulusan dan kesabarannya menghadapi kehilangan. Hubungan emosional antara Hana dan Mata menjadi jantung cerita, membuat pembaca terbawa perasaan—tertawa, cemas, dan menitikkan air mata bersamaan.

Kelebihan

  • Emosional dan menyentuh hati. Fokus pada hubungan ibu–anak terasa autentik
  • Karakter kuat dan membumi. Hana digambarkan sebagai sosok yang luar biasa sekaligus sederhana
  • Dunia fantasi yang kaya. Festival Bunga Matahari dan makhluk fantasi memberikan warna petualangan yang seru.
  • Mandiri untuk pembaca baru. Meski bagian dari serial panjang, buku ini bisa dinikmati tanpa membaca semua seri sebelumnya.

Kekurangan

  • Beberapa bagian festival dan ekspedisi terasa panjang, bisa membuat pembaca lebih fokus pada drama keluarga sedikit kehilangan tempo
  • Adegan emosional tertentu mungkin terasa terlalu dramatis bagi sebagian pembaca dewasa.

Kesimpulan

Hana-Tara-Hata bukan sekadar cerita fantasi tentang kekuatan dan petualangan, tetapi tentang cinta ibu yang tak pernah usai, kesabaran yang melampaui waktu, dan keteguhan hati menghadapi kehilangan.

Meskipun bisa dibaca mulai usia 15 tahun, buku ini sangat cocok untuk remaja hingga dewasa muda yang menyukai fantasi berbalut pesan moral, terutama kisah tentang ketulusan dan pengorbanan seorang ibu.

Tere Liye kembali membuktikan kemampuannya meramu dunia fantasi yang kaya emosi, menjadikan buku ini wajib dibaca bagi siapa pun yang ingin merasakan hangatnya cinta keluarga di balik kisah epik fantasi.

TAGGED:Buku Tere LiyeNovel Hana-Tara-HataNovel Hana-Tara-Hata karya Tere LiyeNovel Tere Liye
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
ByAyu Indira Cahaya Putri
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret Surakarta

Terbaru

  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026
  • Berdiri di Atas Saluran Air, Lapak PKL Pasar Kobong Semarang Dirobohkan Satpol PP Senin, 12 Jan 2026
  • PSI Semarang Panaskan Mesin Pemilu 2029, Targetkan 15 Kursi DPRD Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Opini

Satu Barisan untuk Kaderisasi

Senin, 12 Jan 2026
Opini

Humor Sebagai Jalan Tikus di Tengah Kebuntuan

Senin, 05 Jan 2026
Opini

Sisi Lain Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati: Membaca Sosok Mami Louisse

Jumat, 02 Jan 2026
Opini

Dahsyatnya Menyambung “Shilaturrahiim”

Jumat, 02 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?