INDORAYA – Kawasan Kota Lama Semarang kembali menjadi magnet wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026. Data Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah mencatat, total kunjungan ke kawasan heritage ini mencapai 310.224 wisatawan pada periode 20–28 Desember 2025.
Keseruan liburan tidak hanya terlihat dari jumlah pengunjung, tetapi juga cerita unik para wisatawan. Tiga remaja asal Pekalongan, Rara (17), Arina (16), dan Nurul (16), rela menabung uang jajan selama satu hingga dua bulan demi bisa mengunjungi Semarang dan menikmati pengalaman pertama naik kereta api.
“Kita emang pengen banget ke sini. Ini baru pertama kali ke Semarang dan naik kereta api. Kita nabung 1-2 bulan sekitar Rp 5.000-10.000 setiap hari buat liburan ke Semarang,” kata Rara saat ditemui di depan Gedung Marba, Kota Lama.
Dengan budget kurang dari Rp 500.000 per orang, ketiganya sejak pagi sudah berkeliling ke berbagai destinasi wisata, mulai dari Kota Tua di Pedurungan, kafe di BSB City Mijen, DP Mall, hingga akhirnya menikmati sore di Kota Lama Semarang. Mereka memanfaatkan taksi online untuk berpindah lokasi.
“Enak di Semarang, seru, alhamdulillah enggak hujan. Sesuai di medsos wisatanya bagus-bagus,” tambah Arina, menegaskan pengalaman liburan pertama mereka yang menyenangkan.
Selain kelompok remaja, sejumlah wisatawan solo maupun keluarga juga memadati kawasan ini. Seorang solo traveler asal Purwokerto, Alivvia (18), mengunjungi Museum Kota Lama, Gedung Lawang Sewu, dan berkeliling kawasan Kota Lama.
Ia berharap fasilitas penyeberangan seperti zebra cross diperbanyak untuk memudahkan pejalan kaki.
Sementara itu, Nurul Rizkiasifa membawa keluarganya dari Tegal untuk menikmati liburan akhir tahun di Semarang.
Ia bersama suami dan anak-anaknya mengaku senang bisa mengunjungi Lawang Sewu, DP Mall, hingga Kota Lama tanpa merasa terganggu oleh pengamen atau pengemis.
Menurut Kepala Disporapar Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, tingginya minat wisatawan ke Kota Lama tidak lepas dari proses revitalisasi yang dilakukan beberapa tahun terakhir.
“Wisatawan datang untuk melihat sejarah, berfoto, dan menikmati suasana. Pembayarannya biasanya saat makan atau menikmati fasilitas lain,” ujarnya.
Masrofi menambahkan, letak Kota Lama yang dekat dengan Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol memudahkan wisatawan dari luar kota mengakses kawasan ini.
Kota Lama Semarang kini tidak hanya menjadi destinasi heritage, tetapi juga ruang publik yang aman dan nyaman bagi wisatawan segala usia, baik untuk bersantai, berfoto, maupun mengeksplorasi sejarah Kota Semarang tanpa biaya masuk.


