Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Cerita Warga Semarang Hobi Berburu Tanda Tangan, Koleksi 1.500 Kartu dan 300 Jersey Pemain
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Semarang

Cerita Warga Semarang Hobi Berburu Tanda Tangan, Koleksi 1.500 Kartu dan 300 Jersey Pemain

By Lu'luil Maknun
Sabtu, 06 Des 2025
Share
4 Min Read
Andreas Junian autograph hunter aktif di Kota Semarang. (Foto: Lu'luil Maknun/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Di tengah meningkatnya antusiasme publik terhadap sepak bola nasional, seorang warga Semarang bernama Andreas Junian mencuri perhatian berkat hobinya yang tak biasa berburu tanda tangan pemain profesional dari berbagai cabang olahraga. Ia disebut-sebut sebagai satu-satunya autograph hunter aktif di Kota Semarang.

Hobi itu bermula dari kesukaannya mengoleksi kartu Panini sejak kecil. Bertahun-tahun kemudian, kecintaan itu berkembang menjadi aktivitas serius mengoleksi kartu buatan sendiri dan ribuan memorabilia pemain.

“Dulu suka bola, suka ngoleksi kartu. Tapi Panini kan enggak ada tanda tangannya,” kata Andreas saat ditemui di kawasan Pleburan, Sabtu (6/12/2025).

Semula ia berburu tanda tangan pemain internasional, namun sulitnya akses membuat Andreas beralih memburu pemain dari Liga 1 hingga Liga 3.

Ia lalu menyadari bahwa jersey tidak cukup untuk menampung tanda tangan semua pemain, sehingga pada 2020 ia membuat kartu foto versinya sendiri. Tak hanya pemain sepak bola, tapi juga pemain basket dan voli.

“Enggak ada produk lokal untuk kartu bola atau basket. Jadi saya buat sendiri, mirip Panini dan Topps UK. Kalau enggak ada medianya, pemain juga susah mau tanda tangan,” ujarnya.

Kini koleksinya mencapai 1.500 kartu dan 300 jersey, sebagian besar sudah bertanda tangan pemain sepak bola, basket, hingga voli.

Andreas juga aktif membagikan momen berburu tanda tangan melalui akun Instagramnya @collectajm, termasuk interaksinya dengan para pemain dan koleksi terbarunya.

Andreas Junian autograph hunter aktif di Kota Semarang. (Foto : Lu’luil Maknun/Indoraya)

Di balik banyaknya memorabilia yang terkumpul, ada berbagai cerita dramatis. Andreas mengaku pernah menunggu pemain keluar hotel berjam-jam, bahkan ditolak karena pemain sedang bad mood usai kalah pertandingan.

“Pernah juga diusir security hotel, apalagi kalau Timnas. Penjagaannya ketat sekali,” kenangnya.

Salah satu momen paling berkesan adalah saat ia berburu tanda tangan pemain Timnas yang menjalani pemusatan latihan di Solo. Dengan pengamanan ketat, ia harus bergerak cepat mengejar pemain yang terburu-buru.

Belakangan, Andreas juga berkesempatan bertemu Andi F. Noya, yang kini menjadi Komisioner Independen Bali United.

“Turun panggung langsung kuminta tanda tangan,” katanya sambil tertawa.

Aktivitasnya yang konsisten membuatnya kini punya dua teman yang ia sebut sebagai “murid” karena sering ikut berburu dan belajar caranya mendekati pemain, membaca situasi, hingga menyiapkan kartu-kartu yang akan ditandatangani.

Tingginya nilai koleksi yang ia miliki membuat banyak orang menawar, bahkan ada yang menawarkan harga dua kali lipat untuk jersey bertanda tangan. Namun Andreas menegaskan, ia tidak menjual koleksi pribadinya.

“Aku bisa buatin kartu pesanan, tapi yang bertanda tangan enggak lepas. Itu koleksi pribadi,” tegasnya.

Meski biaya produksi kartunya terbilang murah, hanya sekitar Rp100.000–Rp150.000 per satu tim, ia memberi perhatian ekstra terhadap perawatan koleksi. Kartu foto disimpan dalam album khusus agar tidak lembap, sedangkan jersey digantung di ruangan berangin dan hanya dicuci dengan cara dicelup ringan.

Andreas yang merupakan penggemar klub Chelsea ini masih memiliki satu mimpi besar yakni mendapatkan tanda tangan Cristiano Ronaldo suatu hari nanti.

TAGGED:Berita Semaranghobi berburu tanda tanganpemburu tanda tangan semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Desa Tempur Jepara Tak Lagi Terisolasi, Penanganan Banjir Terus Berlanjut Selasa, 13 Jan 2026
  • Apple Gandeng Google, Gemini Disiapkan Jadi Fondasi AI di iPhone dan Siri Selasa, 13 Jan 2026
  • Program Demak Cerdas Perluas Akses Internet SMP Negeri, Perpustakaan Digital Jadi Fokus Selasa, 13 Jan 2026
  • Belum Naik, Harga Daging Sapi di Batang Masih Stabil Awal Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • 530 Hektare Lahan di Batang Bakal Ditanami Padi Biosalin Tahun Ini Selasa, 13 Jan 2026
  • Pemerintah Siap Ekspor Beras Awal 2026, Bulog Disiapkan Serap Panen Raya Selasa, 13 Jan 2026

Berita Lainnya

Semarang

Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang

Selasa, 13 Jan 2026
Semarang

Puluhan Anak Lintas Agama di Semarang Belajar Nilai Keberagaman Lewat Sapta Darma

Minggu, 11 Jan 2026
Semarang

1.013 RTLH di Semarang Direnovasi pada 2025, Alokasi Tahun Ini Berkurang

Minggu, 11 Jan 2026
Semarang

Nelayan Semarang Tak Bisa Melaut Gegara Cuaca Ekstrem, Pemkot Beri Bantuan

Minggu, 11 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?