Ad imageAd image

Cegah Rabies, Ratusan Anjing dan Kucing di Semarang Ikut Vaksinasi Gratis

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 797 Views
2 Min Read
Proses hewan anjing dan kucing sedang diberi suntik vaksinasi rabies di Kantor Dinas Pertanian Kota Semarang, Jumat (15/9/2023). (Foto: Pemerintah Kota Semarang)

INDORAYA – Sebanyak 150 hewan anjing dan 55 kucing di Kota Semarang mendapatkan vaksin rabies gratis. Kegiatan yang diselenggarakan, Jumat (15/9/2023) di Kantor Dinas Pertanian Banyumanik ini bertujuan sebagai langkah pencegahan penyebaran rabies.

Selain itu, pemberian vaksinasi rabies tersebut guna memperingati Hari Rabies Sedunia.

Hari Rabies Sedunia sendiri merupakan sebuah kampanye global yang diselenggarakan pada tanggal 28 September setiap tahunnya.

Peringatan tersebut rutin dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan dan pengendalian penyakit rabies. Penyakit rabies biasanya menyebar melalui gigitan hewan yang terinfeksi rabies sebelumnya.

BACA JUGA:   Gelar Kampanye Akbar di Semarang, Prabowo Minta Pendukungnya Yakinkan Orang Terdekat Milih Paslon 02

“Hari ini, pemerintah kota Semarang melalui Dinas Pertanian mengadakan peringatan hari rabies sedunia. Jadi intinya adalah bagaimana hewan-hewan seperti anjing, kucing disuntik rabies. Sehingga tidak terjangkit penyakit rabies, karena kalau terjangkit penyakit rabies dan menggigit manusia, akan mengakibatkan manusia ini akan tertular,” ujar Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, di Kantor Dinas Pertanian Banyumanik, Jumat (15/9).

Dalam peringatan ini, pihaknya memberikan sterilisasi terhadap kucing-kucing liar di Kota Semarang.

Ita, begitu sapaan akrabnya Wali Kota Semarang ini menekankan pentingnya sterilisasi terhadap kucing-kucing liar.

BACA JUGA:   28 Bidang Tanah di Tambak Lorok Semarang Bakal Dibebaskan untuk Pembangunan Sabuk Pantai

Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengontrol populasi kucing liar dan pencegahan terhadap penyebaran rabies pada hewan ke manusia.

“Kemudian yang kedua, ada sterilisasi terhadap kucing-kucing. Ini menjadi satu PR untuk pemerintah kota Semarang terkait kucing-kucing liar. Tadi juga ada masukan diadakannya Puskesling, pusat kesehatan keliling tapi khusus hewan-hewan, sehingga setiap kali ada kucing-kucing liar kita bisa cek, sehingga tidak over populasi utamanya kucing-kucing liar,” ucap Ita.

Selain vaksinasi rabies dan sterilisasi kucing, Pemkot Semarang juga memiliki gerakan minum susu dan makan telur (Gerimis lur), Pasar Tani dan peragaan kemampuan anjing K9.

BACA JUGA:   263 Pemilir Diangkut KRI Banjarmasin dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang ke Jakarta
Share this Article