Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Cegah Penyimpangan Distribusi Bansos, Heri Pudyatmoko Ingatkan Pemprov Perketat Pengawasan
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
EkonomiJateng

Cegah Penyimpangan Distribusi Bansos, Heri Pudyatmoko Ingatkan Pemprov Perketat Pengawasan

By Ainun Nafisah
Minggu, 26 Okt 2025
Share
3 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko.
SHARE

INDORAYA — Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperketat pengawasan terhadap distribusi bantuan sosial (bansos) agar penyalurannya tepat sasaran dan bebas dari praktik penyimpangan.

Menurutnya, program bantuan sosial yang menjadi instrumen penting pengentasan kemiskinan seringkali menghadapi persoalan klasik di lapangan. Mulai dari data penerima yang tidak akurat, penyaluran ganda, hingga potensi penyalahgunaan wewenang oleh oknum di tingkat lokal.

“Bantuan sosial itu sejatinya menyentuh langsung kebutuhan rakyat kecil. Kalau penyalurannya tidak transparan, maka keadilan sosial hanya jadi slogan. Pemerintah daerah harus memastikan setiap rupiah bansos benar-benar diterima oleh mereka yang berhak,” terangnya.

Heri menjelaskan, data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah per Maret 2025 mencatat angka kemiskinan mencapai 9,48% atau sekitar 3,37 juta jiwa. Dari jumlah itu, sebagian besar masyarakat miskin berada di pedesaan dan bergantung pada bantuan pemerintah, baik berupa bantuan pangan, tunai, maupun program pemberdayaan ekonomi.

Ia menilai, distribusi bansos di daerah harus berbasis verifikasi data yang mutakhir dan monitoring lapangan yang ketat. Menurutnya, ketidaksinkronan data antara Dinas Sosial, Bappeda, dan pemerintah desa menjadi akar dari berbagai permasalahan di lapangan.

“Jangan sampai satu keluarga menerima dua atau tiga jenis bantuan, sementara di sisi lain masih banyak warga yang tidak kebagian karena tidak terdata. Ini yang harus dibenahi dengan sistem terpadu,” tegasnya.

Ilustrasi: Penyaluran bantuan sosial.

Selain soal pendataan, Heri juga menyoroti pentingnya mekanisme pengawasan partisipatif yang melibatkan masyarakat dan lembaga independen.

Ia menilai, pelibatan unsur publik bisa mempersempit ruang penyimpangan sekaligus memperkuat kepercayaan warga terhadap pemerintah.

“Kalau pengawasan hanya dilakukan oleh satu lembaga, potensi biasnya besar. Libatkan masyarakat, LSM, atau tokoh lokal dalam proses verifikasi dan pelaporan. Transparansi publik itu bagian dari tanggung jawab moral pemerintah,” ujarnya.

Politikus yang akrab disapa Heri Londo itu juga mendorong Pemprov Jateng memperkuat penggunaan teknologi digital dalam pendataan dan penyaluran bansos. Dengan sistem digitalisasi, kata Heri, distribusi bisa lebih cepat, terpantau, dan meminimalisir risiko penyimpangan administrasi.

“Kita sudah punya banyak instrumen digital seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Tinggal bagaimana komitmen pemerintah daerah memperbarui dan mengintegrasikannya secara real time,” tambahnya.

“Bantuan sosial bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tapi bentuk tanggung jawab moral dan politik negara terhadap rakyatnya. Kalau sampai salah sasaran, yang dirugikan bukan hanya penerima, tapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah,” pungkasnya. [Adv]

TAGGED:Heri PudyatmokoPengawasan BansosPenyaluran bansos
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Desa Tempur Jepara Tak Lagi Terisolasi, Penanganan Banjir Terus Berlanjut Selasa, 13 Jan 2026
  • Apple Gandeng Google, Gemini Disiapkan Jadi Fondasi AI di iPhone dan Siri Selasa, 13 Jan 2026
  • Program Demak Cerdas Perluas Akses Internet SMP Negeri, Perpustakaan Digital Jadi Fokus Selasa, 13 Jan 2026
  • Belum Naik, Harga Daging Sapi di Batang Masih Stabil Awal Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • 530 Hektare Lahan di Batang Bakal Ditanami Padi Biosalin Tahun Ini Selasa, 13 Jan 2026
  • Pemerintah Siap Ekspor Beras Awal 2026, Bulog Disiapkan Serap Panen Raya Selasa, 13 Jan 2026

Berita Lainnya

Ekonomi

Belum Naik, Harga Daging Sapi di Batang Masih Stabil Awal Januari

Selasa, 13 Jan 2026
Jateng

Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari

Selasa, 13 Jan 2026
Ekonomi

530 Hektare Lahan di Batang Bakal Ditanami Padi Biosalin Tahun Ini

Selasa, 13 Jan 2026
Ekonomi

Pemerintah Siap Ekspor Beras Awal 2026, Bulog Disiapkan Serap Panen Raya

Selasa, 13 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?